Kapolri Tawarkan Polisi Myanmar Kerjasama Pelatihan Atasi Konflik Tanpa Melanggar HAM

Kapolri Tito Karnavian saat menyampaikan pandangan di sesi diskusi para Kepala Kepolisian negara-negara anggota ASEAN, pada Konferensi ASEANAPOL ke-37 di Singapura, Rabu (13/9) /Foto: Mabes Polri

Singapura, Sayangi.Com– Kapolri Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian, Rabu (13/9) hari ini menghadiri Konferensi ASEANAPOL ke-37 di Singapura yang mengangkat tema “Powered by Innovation, Strengthened by Partnership”.

Konferensi yang dihadiri 10 negara aggota ASEAN, 6 negara observer, 9 negara dialogue partners,  tiga organisasi internasional (Interpol, Europol dan ICRC), ini dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean yang didampingi Kepala Kepolisian Singapura Hong Wee Teck.

Setelah opening ceremony, acara dilanjutkan dengan diskusi diantara para Kepala Kepolisian negara-negara anggota ASEAN (Head of Delegation Discussion Forum), yang juga dihadiri oleh ASEAN Secretariat.

Dalam rilis yang diterima Sayangi.Com, Rabu petang, pada diskusi tersebut Kapolri Tito Karnavian menegaskan pentingnya kerjasama Kepolisian antar negara, terutama di Regional Asean. Menurut Tito, forum ASEANAPOL penting sebagai kerangka kerja sama antar kepolisian, atas dasar kesamaan ancaman atau musuh bersama, berupa transnational crime, terutama terorisme.

Penegasan Tito Karnavian mendapat dukungan dari Kepala Kepolisian Brunei, IGP Moh. Jammy, yang juga menjabat sebagai vice chairman pada konferensi ini. Juga dukungan dari Kepala Kepolisian Malaysia yang belum genap dua minggu menjabat, IGP Mohamad Fuji Bin Harun.

Konferensi hari pertama dilanjutkan dengan Bilateral Meeting antara Kapolri dengan 5 agensi, yaitu dengan Kepala Kepolisian Australia (AFP) Andrew Colvin; dengan Head of Europol Office to The IGCI, Benoit Godart; Commander NCA Mark Edward Bishop; Kepala Kepolisian Malaysia IGP Dato Seri Moh Fuzi bin Harun; dan terakhir dengan Kepala Divisi kejahatan antar negara Myanmar, Police Brigadier General Aum Htay Myint, yang mewakili Kepala Polisi Myanmar yang tidak bisa hadir pada konferensi ini karena situasi di dalam negerinya.

Kerjasama Pelatihan Polisi Myanmar

Saat bilateral meeting dengan Police Brigadier General Aum Htay Myint, tanpa bermaksud mencampuri urusan dalam negeri Myanmar, Kapolri Tito Karnavian menawarkan kerjasama pelatihan peningkatan kemampuan dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan modern bertaraf internasional yang dimiliki Polri. Antara lain Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang, yang menyediakan berbagai fasilitas pelatihan mulai dari penyidikan kasus terorisme dan pelatihan hak asasi manusia, yang kiranya dibutuhkan oleh Myanmar, khususnya dalam menghadapi gejolak di Rakhine.

Kapolri Tito Karnavian saat melakukan bilateral meeting dengan Police Brigadier General Aum Htay Myint dari Myanmar

Menurut Tito, berbagai pelatihan ini dibutuhkan demi terjaganya hak asasi manusia di Myanmar, dan diharapkan para penegak hukum dan aparat negara Myanmar lainnya bisa bertindak lebih baik, tidak menggunakan kekerasan, dengan didukung teknologi tinggi dan metode penyelidikan, termasuk diantaranya cara melakukan interogasi tanpa menggunakan kekerasan.

Indonesia, kata Kapolri, punya pengalaman menghadapi konflik di beberapa daerah seperti Papua dan Aceh. Kapolri dengan senang hati menawarkan untuk berbagi pengalaman, best practices, agar konflik di Myanmar dapat cepat selesai dan hak asasi manusia tetap dijunjung tinggi.

Brigadier Jenderal Aum Htay Myint menyambut baik tawaran Kapolri Tito Karnavian sebagai wujud perhatian Indonesia terhadap konflik yang terjadi di Myanmar. Sesuai situasi yang dihadapi Myanmar saat ini, Aum Htay Myint mengharapkan dilaksanakan kerjasama peningkatan kemampuan di bidang counter terrorism.

Dalam pertemuan ini Kapolri di dampingi Duta Besar RI untuk Myanmar, Komjen Pol Purn Drs Ito Sumardi, dan beberapa pejabat utama Mabes Polri, antara lain Irwasum Polri Komjen Pol Drs Dwi Prayitno, Kabareskrim Komjen Pol Drs Aridono, dan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Drs Saiful Maltha.

Komjen Pol Purn Drs Ito Sumardi menyampaikan bahwa situasi di Myanmar perlu di-manage, dan Kapolri Tito Karnavian yang memiliki keahlian dan pengalamanan di bidang counter terrorism dapat dimintai pendapatnya, untuk tercapainya perdamaian di Myanmar.