Polisi Tangkap Tiga Orang Pengedar Obat Somadril

Seorang anak terbaring di ruang isolasi Rumah Sakit Jiwa Kendari dalam kondisi tak sadarkan diri usai mengkonsumsi obat jenis somadril dan tramadol berlebihan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (14/9). (Foto: Antara)

Kendari, Sayangi.com – Polisi Kendari menangkap tiga tersangka pengedar Somadril, obat keras dalam daftar G yang harus digunakan dengan resep dokter dan tidak boleh dijual bebas atau dijual di toko obat.

Kepala Kepolisian Resor Kota Kendari AKBP Jemi Junaidi pada Kamis menjelaskan bahwa tiga tersangka tersebut terlibat dalam dua kasus.

“Kasus pertama inisial R dan F dengan barang bukti 20 butir obat jenis Somadril dan inisial ST dengan barang bukti 2.631 tablet Somadril. Totalnya 2.651 tablet,” katanya.

Para tersangka menjual obat itu dalam paket-paket yang masing-masing berisi 10 obat dengan harga Rp25.000 per paket.

“Itu harga kepada korban yang pemula. Sedangkan kepada pemakai yang sudah menjadi langganan dijual dengan harga Rp40.000 per paket,” katanya.

Obat-obatan itu, menurut dia, termasuk di antara obat-obat yang dikonsumsi oleh pasien-pasien yang dibawa ke beberapa rumah sakit di Kota Kendari dalam dua hari terakhir.

“Yang bersangkutan dinyatakan sebagai penyedia, pengada dan penjual dari daftar obat G tersebut,” katanya.

Kasus ini mengemuka setelah puluhan pelajar di Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami kejang-kejang dan berhalusinasi karena menenggak obat ini. Para pelajar tersebut dirawat di Rumah Sakit Jiwa Kendari, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Abunawas, Rumah Sakit Ismoyo, dan Rumah Sakit Bahteramas.