Kapolri: Kapan Saja, Dimana Saja, Ada KAHMI

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menjadi narasumber dalam Dialog Nasional HUT Ke-51 KAHMI di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Selasa (20/9).

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut banyaknya para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang bernaung dalam KAHMI sangat menentukan perjalanan bangsa Indonesia.

Kapolri mengaku kagum dengan penyebaran alumni HMI di berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk di eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“KAHMI ada dimana-mana, kapan saja dimana saja ada KAHMI,” kata Kapolri dalam acara dialog nasional HUT Ke-51 KAHMI bertajuk “Mewujudkan Keadilan, Menyatu Dalam Kebhinnekaan” di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Selasa (15/9/2017).

Tito memiliki harapan besar kepada KAHMI sebagai unsur penting bangsa agar turut serta dalam mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

“Kita jangan cakar-cakaran di dalam agar tidak kalah langkah dari negara lain, agar tidak menjadi bangsa pecundang. Jika ada potensi konflik, KAHMI bisa berperan dengan memberikan pernyataan-pernyataan yang mendinginkan,” kata Tito.

Indonesia menurut Tito bisa mencontoh China yang hanya dalam kurun tempo 20 tahun mampu menjadi negara dengan perekonomian maju. Hal itu karena mereka berorientasi ekspansi ekonomi ke luar (outlooking) dan rakyatnya solid bersatu menghadapi tantangan global untuk bersaing dengan negara lain.

“Jadi jangan berfikir menyikut dan menyodok sahabat kita sesama bangsa sendiri,” katanya.

Tito kembali menegaskan bahwa Indonesia berpotensi menjadi negara maju sebagai super power karena memiliki tiga prasyarat utama yaitu populasi penduduk yang besar, kekayaan alam yang melimpah dan luas wilayah yang lebar terbentang dari Sabang sampai Merauke. Bahkan Price Waterhouse Coopers (PWC) memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat ke-5 di dunia pada 2030 dan di peringkat ke-4 pada 2050.

“Syaratnya adalah pertumbuhan ekonomi terjaga di atas 5 persen, dan stabilitas politik di dalam negeri terkendali. Jadi sekali lagi, jangan cakar-cakaran di dalam,” tegas Tito.

Pada kesempatan tersebut hadir para presidium KAHMI seperti Mahfud MD dan Viva Yoga Mauladi. Hadir juga anggota KAHMI lainnya seperti Ari Yusuf Amir, Raden Romo Muhammad Syafii, Erwin Muslimin Singajuru, dan lain-lain.