Catat, Kendaraan Pribadi Dengan Rotator dan Sirine Akan Ditilang Polisi

Ilustrasi

Jakarta, Sayangi.com – Jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan operasi gabungan bersama POM TNI dan Dishub DKI Jakarta. Operasi tersebut dilakukan untuk menindak pengendara yang menggunakan sirine dan rotator di kendaraan pribadinya.

Rencananya, operasi tersebut akan dilaksanakan selama sebulan penuh, sejak kemarin hingga 11 November mendatang. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan, baru sehari dilaksanakan, pihaknya telah menyita 31 rotator (isyarat lampu) dan sirine di wikayah hukum Polda Metro Jaya.

“Hasil penegakan hukum terhadap rambu-rambu dan pelanggaran isyarat lampu dan sirene, total ada 31 pelanggaran,” kata Budiyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/10).

Polisi, lanjut Budiyanto, akan memberikan tindakan tilang kepada para pelanggar. Selain tindakan tilang, pihak kepolisian juga memberikan teguran kepada para pelanggar.

“Penggunaan lampu rotator dan sirine telah diatur dalam Pasal 59 Undang-undang no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Rotator terbagi ke dalam tiga warna yakni biru, merah, dan kuning,” tuturnya.

Budiyanto juga menuturkan, penggunaan lampu rotator berbeda-beda fungsinya. Hal tersebut tergantung warna dari lampu rotator itu sendiri.

“Warna biru digunakan petugas Kepolisian, warna merah untuk kendaraan pengawalan TNI, pembawa tahanan, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan kendaraan pembawa jenazah. Untuk warna kuning dipergunakan untuk kendaraan patroli jalan tol, pengawas sarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, penderek kendaraan, dan angkutan barang khusus,” pungkasnya.