Pura-pura Jadi Petugas PLN, Seorang Pria Berhasil Tipu 18 Warga di Jakarta

: Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya AKBP Gede Nyeneng bersama GM PLN wilayah Jakarta Raya Muhammad Ikhsan Asaad saat memberi keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Seorang pria bernama Dirman ditangkap polisi karena melakukan penipuan terhadap 18 warga di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Dirman sendiri akhirnya diamankan polisi di kawasan Bekasi pada Senin (9/10) lalu.

Modus yang dilakukan Dirman adalah berpura-pura menjadi petugas PLN yang mendatangi rumah warga. Ia mengincar rumah warga yang masih menggunakan meteran pasca bayar.

Setelah mendatangi warga, Dirman mengatakan, bahwa semua meteran harus diganti dengan meteran listrik pra bayar. Setelah korban setuju, akhirnya pelaku meminta sejumlah uang kepada korban, dengan alasan sebagai uang pembelian meteran baru.

Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya AKBP Gede Nyeneng mengatakan, pelaku beraksi sejak bulan Agustus lalu. Dari aksi menipunya itu, Dirman berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp10 juta.

Menurut Gede, Dirman biasa meminta uang Rp450 ribu sampai Rp1,5 juta dari tiap korbannya. Setelah uang diberi, pelaku tidak pernah kembali lagi ke rumah korban.

“Dijanjikan akan diganti (meterannya), tapi tidak pernah diganti, dapat uang langsung hilang,” ujar Gede Nyeneng di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/10).

Gede menambahkan, pelaku mencari rumah korban secara acak. Ia juga memakai seragam, tanda pengenal dan surat tugas untuk meyakinkan korbannya.

“Ia keliling dengan pakaian bebas, namun bila menemukan sebuah rumah dengan meteran listrik yang lama, pelaku segera menganti pakaiannya. Ia mengganti pakaian tersebut dengan seragam petugas PLN lengkap dengan ID Cardnya, guna meyakinkan calon korban,” terangnya.

Ditempat yang sama, GM PLN wilayah Jakarta Raya Muhammad Ikhsan Asaad mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan PLN. Apalagi, PLN tidak pernah memungut biaya kepada pelanggan yang ingin mengganti meterannya.

“Perlu kami sampaikan, PLN tidak pernah transaksi di rumah pelanggan. Tidak pernah menjual apapun, termasuk box KWH meter. Jika ada hal seperti ini, tolong laporkan ke PLN di nomor telepon 123 atau dari kalau dari HP 021-123,” katanya.

Dari kasus tersebut, polisi turut menyita eberapa barang bukti yaitu. Barang bukti yang disita antara lain adalah seragam PLN ,ID Card dan sisa uang hasil kejahatan pelaku. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.