Rusuh di Kemendagri, Polisi Telah Tetapkan 11 Orang Jadi Tersangka

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Pihak Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan 15 orang saksi terkait insiden kerusuhan dan pengrusakan yang terjadi di depan gedung Kemendagri, Rabu (11/10) kemarin. Dari 15 orang tersebut, 11 diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah 11 orang kita naikkan statusnya jadi tersangka. Keterangan yang diperoleh dari teman-temannya, 11 orang tersangka itu melakukan pengrusakan dan penganiayaan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/10).

Untuk empat orang yang kemarin ikut dimintai keterangan, lanjut Argo, masih berstatus sebagai saksi. Salah satunya yang masih berstatus saksi adalah Wati Martha Kogoya (pimpinan aksi).

“Sementara yang empat orang, termasuk Ibu Wati belum (dijadikan tersangka) dan hanya sebagai saksi saja. Itu karena Ibu Wati pun berusaha melerai (kericuhan itu),” terangnya.

Menurut Argo, insiden kericuhan dan pengrusakan tersebut terjadi secara spontan. Karena, kemungkinan massa telah lelah menunggu putusan dari sengketa Pilkada yang terjadi di Tolikara, Papua.

“Saat kemarin, mereka tahu-tahu spontan, mungkin karena capek juga. Setelah itu, spontan dia melakukan pengerusakan tersebut,” kata Argo.

Kesebelas tersangka itu, kata Argo, memiliki peran masing-masing dalam insiden kericuhan di kantor Kemendagri kemarin. Mereka ada yang melakukan pengrusakan sampai penganiayaan.

“Perannya ada yang merusak pot, mobil, kaca dipecah, ada juga yang melakukan penganiayaan,” ujar Argo.