WN Singapura Ditangkap Polisi Karena Cabuli Tiga Anak Laki-laki

Tersangka ABS di Mapolres Barelang, Kamis (12/10).

Batam, Sayangi.com – Jajaran kepolisian Polresta Barelang menangkap seorang Warga Negara Singapura bernama Asri Bin Sapuan (ABS) usia 46 tahun karena diduga kuat telah melakukan pencabulan terhadap tiga orang anak di bawah umur.

ABS masuk ke Batam sejak tahun 2014. Di sana ia membuka sanggar tari yang belakangan diketahui menjadi tempat mencari korban untuk memuaskan nafsu biadabnya.

Akibat perbuatannya, ABS saat ini mendekam di tahanan Polres Barelang dengan status tersangka.

Ketika ditemui wartawan di Mapolres Barelang Kepulauan Riau, tersangka mengakui perbuatannya. Bahkan ia menyebut korbannya berjumlah tiga anak.

“Iya saya sudah mencabuli tiga orang. Makanya saya ketangkap. Saya ditangkap tanggal 8 Oktober kemarin,” kata tersangka ABS sambil tertunduk.

Chating Lewat Facebook

Perbuatan cabul tersangka ABS diketahui akibat histori percakapan (chating) lewat facebook dengan salah seorang korban berusia 12 tahun bernama BY. Menurut Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite, orang tua korban menaruh curiga karena mendapati percakapan tidak senonoh yang diutarakan tersangka di akun facebook anaknya.

“Kemudian si anak ini lupa untuk logout makanya terbaca sama orangtua korban ini,” katanya.

Orangtua korban akhirnya menanyakan kepada korban dan membujuk anaknya untuk mengaku. Dengan polos BY menceritakan semua perbuatan tersangka sehingga orang tua korban membuat laporan kepolisian.

Dari pengakuan tersangka, selain BY ada juga dua korbannya yang lain yakni Ba (15) dan A‎f (16). Ketiganya adalah anak laki-laki. Pelaku telah melakukan pencabulan sejak 2015.

Over Stay

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan dokumen keimigrasian tersangka ABS ternyata sudah over stay. Dari cop ke imigrasian Indonesia yang ada di paspor tersangka diketahui telah kadaluarsa sejak tahun 2014 lalu. Dipastikan, selama hampir tiga tahun hidup dan membuka usaha sanggar tari di Batam pelaku tidak memiliki dokumen yang legal.

Menanggapi temuan tersebut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan akan berkordinasi dengan pihak Imigrasi Batam.

“Memang dari cop paspornya kita lihat sudah over stay. Kita akan terus lakukan ‎pemeriksaan dan akan berkordinasi dengan intansi terkait,” tegas Kombes Hengki.