Film Coco: Mengulik Spirit Budaya Mexico

Foto Green Scane
Foto Green Scane

Los Angeles,Sayangi.com- Rumah produksi Disney Pixar akan menghadirkan film baru berjudul “Coco” bulan ini. Film yang terinspirasi budaya Meksiko itu mengisahkan petualangan bocah laki-laki 12 tahun bernama Miguel.

Film ini  disutradarai oleh Lee Unkrich dan akan berfokus pada sesuatu yang benar-benar baru, yaitu skeleton (kerangka atau tulang manusia).

Film yang berlatar Film yang terinspirasi budaya Meksiko itu mengisahkan petualangan bocah laki-laki 12 tahun bernama Miguel yang ingin menjadi seorang pemusik.

Miguel hidup di dalam keluarga yang membenci musik. Kondisi ini menjadi sebuah tantangan bagi Miguel yang sebenarnya ingin sekali menjadi seorang musisi handal layaknya Ernesto de la Cruz.

Miguel sendiri berasal dari sebuah desa bernama Santa Cecilia, seorang santa yang terkenal sebagai pelindung musisi. Pixar mengambil inspirasi film dari sebuah kota di Meksiko bernama Oaxaca dalam merancang desa ini.

Di desa tersebut, Miguel mengalami serangkaian kejadian mistis dan ajaib. Kejadian ini  mengarahkannya kepada sebuah daerah yang dipenuhi skeleton atau dikenal dengan nama Land of the Death.

Dalam petualangannya, Miguel ditemani oleh seorang pengembara bernama Hector. Orang ini yang selalu menguji kehebatan Miguel dalam bermusik serta mengungkapkan rahasia keluarganya yang belum pernah diketahuinya.

Unkrich sendiri sudah sejak lama tertarik dengan perayaan Dia de los Muertos atau Hari Orang Mati. Dia sangat tertarik dengan berbabagi ikonografi dan kebudayaan masyarakat yang mewarnai perayaan tersebut. Perayaan ini mempercayai mereka yang masih hidup dan telah tiada dapat bersatu kembali dengan yang masih hidup.

Dalam keterangan pers sutradara Lee Unkrich mengatakan  “Momen tersebut merupakan sebuah perayaan yang indah,” ungkapnya.  Sutradara ini pernah terlibat dalam deretan film Pixar seperti Monster Inc, Finding Nemo, dan Toy Story 3.

Salah satu potongan adegan treyuh dalam film 'Coco". Foto SCMP
Salah satu potongan adegan treyuh dalam film ‘Coco”. Foto SCMP

Berikut  5 fakta menarik yang perlu diketahui sebelum menonton Disney Pixar’s “Coco” :

1. “Coco” mengisahkan petualangan Miguel, namun Coco atau yang dipanggil Mama Coco sebetulnya nama nenek buyut Miguel

“Coco” menceritakan petualangan Miguel yang bercita-cita menjadi penyanyi dan pemusik handal seperti idolanya, musisi legendaris Meksiko Ernesto de la Cruz. Walaupun keluarganya melarang Miguel bermain musik.

“Coco” atau Mamá Coco adalah nama dari nenek buyut Miguel yang selalu mendengar petualangan Miguel sehari-hari.

2. Menampilkan dua dunia berbeda, Land of the Living dan Land of the Dead
Berlatarbelakang  Meksiko.
Film “Coco” menampilkan dua dunia berbeda: Land of the Living dan Land of the Dead. Miguel dan keluarganya berasal dari Santa Cecilia, kota fiksi menawan yang berada di Land of Living.

Namun, momen ajaib yang ditimbulkan oleh aksi yang tidak direncanakan oleh Miguel membuatnya menjadi manusia pertama yang mengunjungi Land of the Dead. Istilah ini yang juga dikenal sebagai Día de los Muertos.

Namun, momen ajaib yang ditimbulkan oleh aksi yang tidak direncanakan oleh Miguel membuatnya menjadi manusia pertama yang mengunjungi Land of the Dead. Istilah ini yang juga dikenal sebagai Día de los Muertos.

3. Día de Muertos bukanlah momen berduka, tapi perayaan untuk mengingat kebaikan para leluhur
“Coco” merupakan film yang kental dengan budaya Meksiko dan mengangkat tradisi Día de Muertos’. Tradisi ini merupakan penghormatan dan mengenang kembali memori-memori dari anggota keluarga yang telah berpulang.

Pada sebagian besar  di film ini, dua dunia tersebut merupakan dua dunia yang terpisah.  Namun keduanya berjalan dengan harmonis dan saling berdampingan.

Pada satu hari di setiap tahunnya, kedua dunia tersebut bersatu secara magis. Dalam film ini kedua dunia ini digambarkan sebagai reuni keluarga besar antara dunia orang hidup dan dunia kematian. Dua  dunia yang penuh warna, musik, dan juga kebahagiaan.

4. “Coco” dibuat sejak 2011
Proses pembuatan “Coco” dimulai sejak 2011 dengan beberapa kunjungan penelitian ke Meksiko.

Untuk film ini, Pixar Animation Studio turut berkolaborasi dengan tim konsultan budaya untuk menghidupkan cerita, mempertimbangkan seluruh detail mulai dari pakaian para karakter, dekorasi, pemilihan warna hingga dialog.

Tim pembuat film juga mengunjungi museum, pasar, plaza, gereja, hingga kuburan di Meksiko yang menjadi inspirasi untuk menciptakan kota fiksi Santa Cecilia secara akurat.

5. Sebelum penayangan “Coco” akan terelbih dulu diputar Film pendek “Olaf’s Frozen Adventure”.  Film pendek ini berdurasi 21 menit dan bercerita tentang petualangan mencari tradisi keluarga. Serta  menyambut kembalinya karakter-karakter favorit penonton dari film pemenang penghargaan Oscar 2013  “Frozen”.

Sumber : imdb.com dan vik.com