Hindari 10 Kebiasaan Dibawah Ini Jika Tak Ingin “Mr.P” Cedera

Foto Zenobius
Foto Zenobius

Jakarta, Sayangi.com- Andaikata seorang pria ditodong pistol dan disuruh memilih, mau ditembak jempol kaki atau Mr. P nya? Mana yang bakal dipilih, pastinya laki laki akan memilih untuk merasakan perih di jempol kaki daripada sakit pada “pistolnya” kemudian menyesal untuk seumur hidup.

Ya, bagi pria, Mr. P merupakan salah satu organ tubuh penting – sangat penting, bahkan menjadi sumber dari rasa percaya dirinya. Namun disadari atau tidak, sedikit laki laki yang merawat harta karun ini. Tak jarang pula, pria melakukan kebiasaan yang membuat Mr P bisa cedera. Apa sajakah kebiasaan itu,dikutip Health (18/11) simak ulasan dibawah ini

1. Kurang beraktivitas fisik.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Cedars-Sinai Medical Center pada 300 partisipan pria dengan tingkat aktivitas fisik yang berbed. Ditemukan bahwa pria dengan aktivitas tinggi (18 METS tiap minggu) mempunyai kesehatan penis yang lebih tinggi daripada partisipan yang tidak terbiasa beraktivitas fisik.

2. Terlalu banyak merokok.
Berdasar studi yang melibatkan 65 parsisipan pria dan dipublikasikan di A British Journal of Urology, pria yang tidak merokok 75% lebih berpotensi mendapatkan ereksi yang optimal.

3. Terlalu banyak melakukan masturbasi.
Menurut Dr. Hernando Chaves, konsultan seks dan terapis keluarga berlisensi dari Amerika, kebiasaan melakukan masturbasi berisiko menurunkan kekerasan penis ketika melakukan penetrasi saat bercinta.

Selain itu,risiko penis Anda teriritasi akibat melakukan masturbasi menggunakan tangan jauh lebih besar. Tangan yang cenderung kurang higienis juga berisiko tinggi membuat kemaluan Anda mengalami infeksi.

4. Aktivitas seks kurang teratur.
Berdasar penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Medicine pada 2008, ditemukan fakta bahwa pria yang melakukan aktivitas seks kurang dari satu kali tiap minggu berpotensi terbesar mengalami disfungsi ereksi.

Para pakar seksologi mengajurkan aktivitas seks dilakukan 3 kali dalam seminggu.

5. Kurang waktu tidur.
Penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan menyimpulkan bahwa pria yang kekurangan waktu tidur cenderung berkurang gairah seksnya karena menurunnya level hormon testosteron.

6. Tidak suka makan semangka.
Pada 2008 lalu, penelitian oleh Texas A&M University menemukan fakta bahwa semangka mengandung senyawa citrulline-arginine.

Senyawa tersebut membantu peredaran darah dengan meningkatkan level nitric oxide, zat yang kerap disebut sebagai “Viagra alami”.

7. Posisi seks yang tidak tepat.
Jangan memaksa melakukan gaya bercinta yang terlalu ekstrem yang justru akan membuat rasa tidak nyaman bahkan membuat penis “patah”.

Menurut Jacob Rajfer, M.D., professor of urology at the David Geffen School of Medicine at UCLA, cedera “Mr P”patah bukan berarti patah dalam arti sesungguhnya.

Melainkan sobeknya jaringan tunica albuginea dalam penis sehingga darah keluar dari “tabung”pendukung batang penis (corpus cavernosa). Alhasil, penis tak bisa menegang lagi.

8. Sering menggunakan celana dalam yang terlalu ketat.
Memang, menggunakan celana dalam ketat dalam waktu lama takkan membuat Mr “P” cedera secara langsung. Tetapi penggunaan celana dalam yang terlalu ketat akan membuat daerah sekitar segitiga Mr “P” lembab. Kondisi tersebut akan  memunculkan jamur dan bakteri yang dapat menginfeksi alat kejantanan pria.

Selain itu, kebiasaan menggunakan celana dalam yang terlalu ketat juga akan memengaruhi kesuburan sperma. Suhu sekitar buah zakar yang meningkat akibat menggunakan celana dalam ketat akan menurunkan kualitas sperma.

9. Mengesampingkan kesehatan gigi dan mulut.
Apa kaitan antara kesehatan gigi dengan kesehatan organ reproduksi? Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Periodontology menemukan fakta bahwa penyakit gigi dan gusi 7 kali lebih sering ditemukan pada pria yang menderita disfungsi ereksi.

Bateri pada gigi dan gusi berpotensi menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan peradangan serta kerusakan pada pembuluh darah yang berkaitan dengan penis.

10. Terbiasa melakukan seks “tidak aman”.
Kebiasaan berganti-ganti pasangan dan melakukan seks berisiko adalah faktor terbesar penyebab cedera pada organ kemaluan pria. Itu terkait erat dengan faktor kebersihan dan risiko infeksi penyakit seksual menular, seperti gonore, herpes kelamin, dan papiloma.

Untuk menghindarinya, tak ada cara lain selain membiasakan diri untuk tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom sebagai pengaman.