Geger, Oknum Brimob Halangi Penahanan Tersangka Penggelapan Tanah di Subang

Mapolres Subang

Subang, Sayangi.com – Penyidik dari Polres Subang mengalami kesulitan saat hendak melakukan penahanan terhadap salah seorang tersangka penggelapan tanah karena mendapat penolakan oleh oknum Brimob.

Informasi yang diperoleh di lapangan, tersangka atas nama Burhan mencoba menggunakanan oknum anggota Brimob untuk melindungi diri dari jeruji besi.

Sebelumnya, Burhan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Subang karena diduga secara bersama-sama dengan Muhammad Ali melakukan penggelapan tanah yang merupakan aset PT Agra Wisesa. Keduanya dijerat dengan pasal 374 KUHP jo pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Polisi menetapkan status tersangka kepada Ali dan Burhan berdasarkan atas laporan pemilik tanah berinisial MS.

Ali sendiri saat ini telah mendekam di tahanan dan mengakui seluruh perbuatannya. Dia juga buka mulut bahwa persekongkolan tersebut dilakukan atas bujukan dan inisiatif Burhan.

Terkait adanya oknum Brimob yang diduga membackingi Burhan ini, redaksi sedang berusaha untuk mengkonfirmasinya kepada Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto.

Sementara itu, kuasa hukum MS, Darta, mengakui adanya upaya proteksi yang dilakukan oleh tersangka Burhan dengan melibatkan oknum anggota Brimob.

“Betul, saya juga mendapat informasi serupa bahwa tersangka Burhan ini tidak mau kooperatif dan berusaha menggunakan oknum Brimob untuk menghindari penahanan. Kami harap sebaiknya dia tidak melakukan itu, apalagi tersangka satunya sudah mengakui seluruh perbuatannya,” kata Darta melalui sambungan telepon kepada redaksi Sayangi.com, Minggu (19/11).

Menurut Darta, kliennya sangat dirugikan oleh persekongkolan Ali dan Burhan. Tak tanggung-tanggung nilai tanah yang digelapkan tersebut mencapai satu triliun rupiah.

“Aset tanah yang mereka gelapkan ini luasnya sekitar 1800 hektar dan bernilai hampir satu triliun rupiah,” kata Darta.

Darta berharap, institusi Brimob yang selama ini memiliki kredibilitas tinggi jangan sampai disalahgunakan untuk melindungi tersangka penipuan.

“Upaya yang dilakukan oleh Burhan dan oknum Brimob tersebut masuk dalam kategori menghalangi proses hukum atau obstructoin of justice, itu punya konsekuensi hukum tersendiri,” katanya.

Selanjutnya, Darta meminta penyidik untuk terus mengupayakan tindakan tegas kepada Burhan sesuai koridur hukum yang berlaku.

“Kami minta penyidik tetap tegas mengusut kasus ini dengan menahan tersangka Burhan. Karena proses penetapan yang bersangkutan sebagai tersangka pun sudah sesuai dengan KUHAP. Demikian juga saudara Burhan sebaiknya koperatif mengikuti proses hukum,” tegas Darta.