Tak Menyangka Dibawa ke Rutan KPK, Setnov Akan Lakukan Perlawanan Hukum

Setya Novanto saat diturunkan dari mobil tahanan KPK yang membawanya dari RSCM, pada Minggu jelang tengah malam/Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.Com– Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mengaku tidak menyangka akan langsung ditahan di rumah tahanan KPK setelah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Saya tadi juga tidak menyangka bahwa malam ini saya pikir masih diberi kesempatan untuk recovery,” kata Setnov seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta pada Senin dini hari.

Setya Novanto tiba di Gedung KPK pada Minggu malam sekitar pukul 23.35 WIB dan selesai menjalani pemeriksaan pada Senin (20/11) dini hari sekitar pukul 01.15 WIB.

Usai menjalani pemeriksaan, Setnov tidak lagi menggunakan kursi roda seperti saat tiba di gedung KPK. Ia tampak berjalan dari lokasi pemeriksaan di lantai 2 meski tampak lemah dan masih mengenakan rompi oranye tahanan KPK.

“Ya saya sudah menerima tadi dalam kondisi saya yang masih sakit, masih vertigo karena tabrakan, tapi ya saya mematuhi hukum,” tambah Setnov.

Meski menerima penahanan, ia menyatakan tetap melakukan perlawanan terhadap proses hukum yang dilakukan KPK terhadap dirinya.

“Saya sudah melakukan langkah-langkah dari mulai melakukan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) di Kepolisian dan mengajukan surat kepada perlindungan hukum kepada Presiden, maupun kepada Kapolri, Kejaksaan Agung dan saya sudah pernah praperadilan,” ungkap Setnov.

Tidak Perlu Rawat Inap

Setya Novanto sejak Jumat siang menjalani perawatan di RSCM setelah dipindahkan dari RS Medika Permata Hijau akibat kecelakaan lalu lintas di kawasan Permata Berlian Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) malam.

Dalam jumpa pers bersama antara KPK, RSCM, dan tim dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Minggu malam, Dirut RSCM dr Czeresna Heriawan Soejono menyatakan bahwa Setnov tidak memerlukan lagi rawat inap.

“Setelah dilakukan penilaian selama dua hari, kami tim dokter menilai tidak ada indikasi lagi yang memerlukan rawat inap,” katan Soejono.

Kesimpulan tim dokter RSCM diperkuat oleh penilaian tim dokter dari IDI yang memberikan second opinion bahwa secara umum Setya Novanto sudah bisa menjalani pemeriksaan.

Atas dasar kesimpulan tim dokter RSCM dan IDI tersebut, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menyatakan bahwa KPK tidak memperpanjang proses pembantaran Setya Novanto dan memindahkannya ke rumah tahanan KPK.

Tersangka kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto saat meninggalkan RSCM untuk dibawa ke rutan KPK pada Minggu (19/11) malam/ Foto: Antara

Setya Novanto ditahan selama 20 hari terhitung 17 November sampai 6 Desember di Rutan Negara Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK.

KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus korupsi KTP- Elektronik yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun.

Jelaskan Kecelakaan

Setya Novanto menjelaskan kecelakaan lalu lintas yang ia alami sehingga harus dirawat di rumah sakit.

“Saya dari kemarin memang sudah niat untuk datang bersama-sama DPD (Golkar) I pukul 20.00, tapi saya diminta untuk wawancara di Metro (TV) dan di luar dugaan saya ada kecelakaan sehingga saya selain terluka, terluka berat dan juga di kaki, di tangan, dan juga di kepala masih memar,” ujarnya.

Ia juga membantah sudah mangkir saat dipanggil KPK.

“Saya belum pernah mangkir, yang tiga kali saya diundang saya selalu memberikan alasan jawaban karena ada tugas-tugas yaitu menyangkut saksinya saudara Anang dan saya dipanggil menjadi tersangka baru sekali tahu-tahu sudah dikeluarkan surat penangkapan,” ungkap Setnov.

Ia mengaku akan tetap menjalani proses hukum.

“Tetapi saya tetap mematuhi masalah hukum dan apapun saya tetap menghormati,” tambah Setnov singat.

Berdasarkan catatan, KPK sudah memanggil Setnov 11 kali sebelum mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.