Praperadilan Ditolak, Pelapor Berharap Kasus Jonru Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Jonru Ginting (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Tersangka kasus ujaran kebencian Jonriah Ukur atau Jonru Ginting mengajukan praperadilan atas kasus yang membelitnya. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal Lenny Wati Mulasimadhi, akhirnya menangani permohonan tersebut.

Selaku hakim, akhirnya Lenny memutuskan bahwa pra peradilan Jonru ditolak. Dengan adanya putusan itu, berarti proses hukum terhadap Jonru tetap dilanjutkan.

Menanggapi hal tersebut, pelapor Jonru, Muannas Al Aidid menilai, apa yang diputuskan oleh hakim sudah tepat. Karena menurutnya, laporan yang dibuatnya sudah memenuhi persyaratan hukum.

“Sebagai pelapor, saya rasa praperadilan yang diajukan Jonru sulit dikabulkan. Karena mengingat dari segi prosedur penangkapan, penahanan dan penyitaan, serta alat bukti memenuhi standar bukti permulaan yang cukup menurut hukum,” ujar Muannas melalui keterangan tertulisnya, Selasa (21/11).

Muannas berharap, polisi dapat segera melimpahkan berkas perkara Jonru ke pengadilan. Apalagi praperadilan yang diajukan Jonru, telah dinyatakan ditolak.

“Saat ini saya serahkan semuanya melalui proses hukum yang ada. Sekarang biarkan hukum bekerja untuk tentukan kesalahannya,” tuturnya

Seperti diketahui, pegiat media sosial Jonru Ginting dilaporkan oleh seorang advokat bernama Muannas Al Aidid ke Mapolda Metro Jaya. Jonru dilaporkan karena unggahannya di media sosial dirasa mengandung ujaran kebencian.

Laporan Muannas itu diterima dengan nomor LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus pada 31 Agustus lalu. Jonru dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).