Pikirkan Ulang Sebelum Anal Bleaching atau Memutihan Bokong

Foto PEP.phil
Foto PEP.phil

New York,Sayangi.com- Daerah kulit di sekitar bokong biasanya mengalami perubahan warna.Dari yang cerah menjadi gelap. Tak heran jika ramai kaum hawa ingin daerah itu tetap terjaga warna kulitnya.

Dari keinginan itulah, maka muncul istilah anal bleaching untuk menjaga warna kulit di daerah bokong.  Anal bleaching, seperti dilansir Cosmopolitan.com (4/12) adalah proses mencerahkan warna kulit, bukan bulu-bulu, di area bokong.

Namun, dari sejumlah penelitian, ditemukan beberapa dampak negatif dari anal bleaching itu. Aktivitas ini dinilai memiliki risiko terhadap munculnya herpes, jaringan parut dan infeksi.

Dermatolog New York City Doris Day, MD, mengatakan bahwa pemutihan bisa lebih berbahaya daripada kebaikan tampilan. Masalah potensial meliputi striktur, yang membuat gerakan pembuka lebih kecil dan buang air besar terasa sulit,serta akan keluar air di saluran anus.

Tidak cukup itu saja proses pemutihan juga dinilai tidak bisa dipastikan akan berjalan lama. Selang beberapa waktu setelah pemutihan, warna kulit di bagian itu berpeluang untuk kembali ke warna semula.

Pigmentasi yang lebih gelap akan selalu kembali sehingga tidak permanen. Serta ada kemungkinan kulit akan mengalami depigmentasi total ( warnanya akan putih seluruhnya), dan tidak sesuai dengan warna kulitaslinya dalam beberapa kasus. Ini lantaran setiap kulit mempunyai reaksi yang berbeda terhadap zat pemutih,ungkap Doris.