Serahkan DIPA 2018, Jokowi Tekankan Perlunya Efisiensi Belanja dan Perjalanan Dinas

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada acara penyerahan  DIPA Tahun 2018 di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12) siang/ Foto: Humas Setpres

Bogor, Sayangi.Com– Presiden Jokowi menekankan perlunya jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, melakukan efisiensi belanja operasional, belanja modal, belanja .pegawai, perjalanan dinas, dan rapat-rapat. Ia juga meminta agar Peraturan Daerah (Perda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus disahkan tepat waktu.

Jokowi menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/12) siang.

Penyerahan DIPA 2018 dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Kerja, para pimpinan lembaga pemerintah non kementerian, para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, serta pejabat eselon I dari seluruh kementerian dan lembaga (K/L).

Jokowi diapit Wapres JK dan Menteri Keuangan Sri Mulyani

Belanja negara pada APBN 2018 mencapai Rp2.220,7 triliun, termasuk diantaranya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 86 kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp847,4 triliun, serta transfer ke daerah dan Dana Desa sebesar Rp766,2 triliun.

Dengan anggaran sebesar itu, Jokowi minta agar ada perbaikan kualitas, salah satunya dengan mempelajari persoalan-persoalan yang lalu supaya tidak terulang lagi.

“Sangat kebangeten sekali, bahwa kita sudah tahu, tetapi kalau tahu itu keliru, tahu kalau itu salah masih kita ulang-ulang,” kata Presiden.

Presiden meminta kepada seluruh menteri, kepala lembaga, dan pemerintah daerah untuk terus melakukan penyederhanaan dalam pelaksaan APBN, sehingga orientasinya adalah hasil bukan prosedur.

Jokowi juga mengingatkan, agar Dana Desa melalui kegiatan swakelola yang bersifat padat karya dilakukan dengan skema cash for work.

Selain itu, Presiden mengingatkan bahwa tahun 2018 adalah tahun yang penuh dengan rencana strategis, ada Pilkada serentak dan Asian Games.

“Oleh sebab itu, kita semua harus fokus bekerja. Saya minta supaya terus meningkatkan koordinasi di seluruh jajaran,” ujarnya.