Pertama Kali, Polisi Amankan Lima Orang Sindikat Pemalsu Uang Dengan Emisi Baru

Polisi menunjukkan lima tersangka dan barang bukti uang palsu emisi baru (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri berhasil mengamankan lima orang tersangka pembuat uang palsu. Mereka berlima diamankan setelah polisi melakukan operasi marathon selama lima hari di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

Menurut Dirtipideksus Brigjen Pol Agung Setya, tersangka memalsukan uang baru dengan tahun emisi 2016. Hal ini menurut Agung, merupakan sindikat pertama yang berhasil diungkap pihak kepolisian.

“Kita ingin memastikan bahwa uang palsu emisi baru ini adalah yang pertama kita ungkap. Namun harus saya garisbawahi, bahwa ini uang palsu yang belum sempat beredar,” ujar Agung di kantor Bareskrim, Gambir, Jakarta, Kamis (7/12).

Agung juga mengatakan, kelima tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Mereka ada yang memiliki tugas sebagai pengedar, pembuat, pemodal.

“Kita juga menyita sampai dengan alat-alat yang digunakan untuk membuat uang palsu tersebut. Serta 15 lak (15.000 lembar) uang pecahan Rp100 ribu tahun emisi 2016,” katanya.

Pengungkapan sindikat ini bermula saat penyidik menjebak AY dan AS, yang bertugas sebagai orang yang mencari korban yang kelak akan dibayar dengan uang palsu. Dari keduanya, polisi mengembangkan informasi, dan berhasil mengamankan T dan B yang bertugas sebagai pembuat uang palsu.

“Untuk saudara T dan saudara B, ini mempunyai peran sebagai pembuat. Merekalah yang kita lakukan penggerebekan di rumahnya di Subang dan di Tambun, Bekasi tempat dimana mereka mencetak uang-uang ini,” jelasnya.

Kata Agung, T dan B bukan pemain baru dalam pembuatan uang palsu. Mereka sempat dipidana karena melakukan kejahatan yang sama beberapa tahun lalu.

“Jadi rasanya kita harus melakukan penegakan hukum kembali kepada saudara T dan B, yang pernah melakukan kejahatan serupa,” jelasnya.

Dari T dan B, sambung Agung, akhirnya diketahui bahwa mereka diberi modal oleh seseorang berinisial CM untuk memproduksi uang palsu. Selain memberi modal untuk membeli bahan uang palsu, CM juga menyediakan alat untuk memproduksi uang palsu tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menelisik uang emisi baru yang dipalsukan ini. Kita tahu dari semua data, dari semua uang yang dicetak ini dan kemudian dengan nomor seri yang kita cek pada sistem kita, bahwa uang ini belum pernah di edarkan,” paparnya.

Agung berharap, kelima tersangka dapat dijerat dengan pidana maksimal. Apalagi beberapa tersangka merupakan pemain lama, yang sudah pernah melakukan kejahatan serupa.

“Mereka sudah melakukan kejahatan berulang kali akan kita berikan pemberatan dalam hal ini. Tentunya kita juga akan melengkapi dengan bukti dan fakta yang lebih lengkap, dalam berkas perkaranya dalam persidangan nanti,” pungkasnya.

Dari kasus tersebut, polisi berhasil menyita beberapa barang bukti seperti tiga buah mobil, uang palsu, baik yang sudah dipotong maupun yang belum, serta beberapa dokumen dan alat untuk memalsukan uang. Para tersangka akan dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dan ayat 3 UU nomor 7 tahun 2011, tentang mata uang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.