Presiden Palestina Mahmud Abbas Tolak Ditemui Wapres AS

Presiden Palestina Mahmud Abbas/Reuters

Jakarta, Sayangi.Com– Presiden Palestina Mahmud Abbas menolak ditemui Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence yang berencana berkunjung ke Timur Tengah bulan ini, menyusul kebijakan kontroversial Washington menyangkut status Yerusalem.

“Tidak akan ada pertemuan dengan wakil presiden Amerika di Palestina,” kata penasihat diplomatik Abbas, Majdi al-Khaldi, seperti dikutip AFP, Sabtu (9/12).

Majdi menyatakan, Amerika Serikat telah melanggar semua garis merah lewat keputusannya menyangkut Yerusalem.

Mahmud Abbas sebelumnya memandang hubungan yang erat dengan Washington penting secara strategi, karena peran Amerika sebagai penengah Timur Tengah.

Penolakan Abbas untuk bertemu Pence itu menandakan memburuknya hubungan Palestina-AS dengan tajam.

Al Azhar dan Gereja Koptik Juga Tolak Pence

Sebelumnya, Mufti Besar Al-Azhar, Ahmed al-Tayeb, juga menolak bertemu dengan Pence karena keputusan tidak adil dan berat sebelah Amerika Serikat menyangkut soal Yerusalem.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/12), Al-Azhar yang merupakan institusi Sunni tertinggi di Mesir, menyatakan Tayeb mencabut keputusannya untuk bertemu Wapres AS Pence, yang akan berkunjung ke Mesir dan Israel pada pertengahan Desember.

“(Tayeb mengumumkan) Penolakan tegas atas permintaan resmi dari Wakil Presiden AS Mike Pence untuk menemuinya pada 20 Desember,” demikian pernyataan pihak Al-Azhar.

Pemimpin Gereja Koptik Mesir Paus Tawadros II juga membatalkan rencana pertemuan dengan Mike Pence di Kairo bulan ini. Ia menolak bertemu Pence lantaran keputusan Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Gereja Orthodoks Koptik Mesir menolak untuk menerima Wakil Presiden Amerika Mike Pence,” demikian pernyataan Gereja Orthodoks Koptik Mesir, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (9/12).

Paus Tawadros II mengatakan pihaknya akan berdoa agar permasalahan di Yerusalem dapat diselesaikan dengan cara bijak dan damai.