Tersangka Bom New York Gunakan Peledak Rakitan Berteknologi rendah

Akayed Ullah Pelaku Bom Diri Stasiun bawah tanah New York.Foto KTVZ
Akayed Ullah Pelaku Bom Diri Stasiun bawah tanah New York.Foto KTVZ

New York, Sayangi.com Seorang pria dengan sebuah bom pipa yang diikat ke tubuhnya memicu ledakan di salah satu hub komuter tersibuk di New York. Serangan yang terinspirasi oleh ISIS tersebut menyebabkan lima orang terluka.

Akayed Ullah, 27 tahun, seorang warga Bangladesh diperkirakan tinggal di AS sejak tahun 2011 dan telah menjadi permanent resident. Ia meledakkan bom rakitannya Senin (11/12) pada jam sibuk pagi hari di terminal bawah tanah Manhatatan, dekat Times Square, yang sibuk.

Beberapa saat setelah bom bunuh diiledakkan tubuhnya nampak terjepit di tumpukan dengan luka bakar dan luka parah di badannya. Iapun kemudian dibawa ke rumah sakit dan ditangkap.

Rekaman CCTV menunjukkan pembom itu berjalan menyusuri terowongan yang dilengkapi bom pipa lima inci dan kemasan baterai yang diikatkan ke tubuhnya sebelum kilatan asap memenuhi jalan setapak.

Bom tersebut, yang digambarkan oleh pihak berwenang sebagai perangkat berteknologi rendah, meledak di dalam lorong yang mengarah ke tiga jalur kereta api dan Terminal Bus Otoritas Pelabuhan dekat Times Square. Wilayah ini salah satu stasiun bus tersibuk di negara ini.

Sumber yang dekat dengan penyelidikan tersebut mengatakan bahwa Ullah pertama kali tiba di negara itu dari Bangladesh dengan visa F-4, tersedia bagi mereka yang memiliki keluarga di AS, sekitar tujuh tahun yang lalu.

Beberapa jam setelah serangan tersebut, Donald Trump mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa ledakan tersebut menunjukkan perlunya reformasi imigrasi, termasuk mengakhiri apa yang dikenal sebagai “migrasi berantai” di dalam keluarga.

Trump menyerukan sistem imigrasi “berbasis jasa” yang akan membatasi kartu hijau berbasis keluarga untuk pasangan dan anaknya. Bangladesh bukan salah satu negara yang tercakup dalam larangan terbang Trump dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Sumber: telegraph.co.uk