Empat Pegawai BPK Diperiksa Terkait Suap Jasa Marga

Juru Bicara Febry Diansyah

Jakarta, Sayangi.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa empat pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai saksi dalam tindak pidana korupsi terkait Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap PT Jasa Marga (Persero) Tahun 2017

“Empat saksi itu akan diperiksa untuk tersangka Sigit Yugoharto,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa.

Sigit Yugoharto merupakan auditor madya sub auditorat VII.B.2 BPK yang diduga sebagai pihak penerima terkait kasus tersebut.

Lima saksi itu antara lain dua pegawai BPK RI Caecilia Ajeng Nindyaningrum dan Muhammad Zakky Fathany serta dua pegawai BPK RI Sub Auditorat VII masing-masing Bernat S Turnip dan Andry Yustono.

Selain memeriksa empat saksi itu, KPK juga akan memeriksa Sigit Yugoharto sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

KPK saat ini tengah mendalami substansi terkait proses dan mekanisme audit atau Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap PT Jasa Marga (Persero) pada tahun 2017.

“Audit itu mengindikasikan terdapat temuan kelebihan pembayaran terkait pekerjaan pemeliharaan periodik, rekonstruksi jalan, dan pengecatan markah jalan yang tidak sesuai dan tidak dapat diyakini kewajarannya,” kata Febri.

KPK juga telah melimpahkan proses penyidikan ke tahap penuntutan terhadap Setia Budi yang merupakan General Manager PT Jasa Marga (Persero) Cabang Purbaleunyi, tersangka lainnya pada kasus tersebut.

Sidang terhadap Setia Budi rencananya dilakukan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus itu, yakni auditor madya sub auditorat VII.B.2 BPK Sigit Yugoharto dan Setia Budi, General Manager PT Jasa Marga (Persero) Cabang Purbaleunyi.

Berdasarkan pengembangan penyelidikan, KPK menemukan dua alat bukti yang cukup dugaan korupsi terkait kasus indikasi suap kepada auditor BPK terkait Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap PT Jasa Marga (Persero) Purbaleunyi pada tahun 2017.

Hadiah yang diberikan berupa satu unit motor Harley Davidson Sportster 883 seharga Rp115 juta dari Setia Budi kepada Sigit Yugoharto sebagai ketua tim pemeriksa BPK.

KPK menduga pemberian hadiah terkait dengan pelaksanaan tugas pemeriksaan yang dilakukan oleh tim BPK yang diketuai oleh Sigit terhadap Kantor Cabang PT Jasa Marga (Persero) Purbaleunyi.

Sigit Yugoharto selaku auditor madya BPK diduga menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya atau karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatanya, yang bertentangan dengan kewajiban terkait dengan Pemeriksaan dengan Tujuan (PDTT) terhadap PT Jasa Marga (Persero) pada tahun 2017.

Sebagai penerima, Sigit Yugoharto disangkakan Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan pihak pemberi Setia Budi disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.