Posko ESDM Nataru Ditutup, BPH Migas: Pendistribusian BBM Tergolong Aman Terkendali

Anggota Komite BPH Migas Ibnu Fajar (memegang mic) saat konferensi pers di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (8/1). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Posko Nasional ESDM untuk hari raya Natal 2017 dan tahun baru 2018 (Nataru) resmi ditutup setelah 22 hari bekerja. Seperti diketahui, Posko Nasional ini diketuai oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa.

Posko ini tidak hanya mengatur tentang pendistribusian BBM dan LPG saja. Namun semua sektor yang terkait dengan ESDM, seperti bencan alam hingga kelistrikan.

Anggota Komite BPH Migas Ibnu Fajar mengatakan, selama posko Nasional ini bekerja, tidak ada hambatan berarti terkait pendistribusian BBM secara nasional. Kendati ada kepadatan di beberapa wilayah, namun kendaraan tidak sampai kehabisan BBM ditengah jalan.

“Ada kemacetan di jalan akses keluar Jakarta, namun posko Pertamina sudah antisipasi dengan pengantaran BBM lewat sepeda motor,” ujar Ibnu saat menggelar konferensi pers di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (8/1).

Menurut Ibnu, pada musim libur Natal dan tahun baru kali ini, ada penurunan distribusi BBM jenis Premium 27,01 persen dan Solar 7,64 persen bila dibanding waktu yang sama tahun lalu. Sementara untuk BBM jenis Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo justru mengalami kenaikan.

“Peningkatan distribusi Petraliete sepanjang libur akhir tahun kemarin naik sebesar 45,67 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya. Lalu Pertamax naik sebesar 14,5 persen, sedangkan Pertamax Turbo naik 52,22 persen,” paparnya.

Kendati dapat dikatakan normal, namun Ibnu mengaku, sempat terjadi sedikit insiden di beberapa titik, seperti kebakaran truk tangki di SPBU Jagakarsa pada Jumat (29/12) lalu. Selain itu, ada insiden kebakaran yang terjadi di SPBU Monang Maning, Denpasar pada Senin (1/1) siang.

“Kedua SPBU itu pun langsung dihentikan operasinya, sampai semua kondisi aman dan layak operasi,” katanya.

Pada musim libur Natal hingga tahun baru, sambung Ibnu, sempat terjadi kekosongan stok BBM jenis Premium di wilayah Mamuju selama dua hari. Hal tersebut dikarenakan keterlambatan kedatangan kapal lantaran cuaca yang ekstrim.

“Untuk antisipasi hal itu, ada pengalihan BBM ke jenis bensin lain seperti Pertalite dan Pertamax, serta kita meminta alih pasokan dari TBBM terdekat,” jelasnya.

Lebih jauh Ibnu menjelaskan, ada juga kejadian kebocoran pipa rendam di SPBU di wilayah Sidoarjo. Karena kebocoran tersebut, lebih dari tiga ton BBM jenis Pertalite hilang dan membuat kerugian sebesar Rp500 juta.

Ibnu menuturkan, ada kenaikan permintaan LPG selama Posko Nasional ESDM bekerja. Setidaknya ada 1,1 persen kenaikan permintaan LPG secara nasional.

Untuk ketenagalistrikan, kata Ibnu, juga aman terkendali. Hanya sempat ada masalah di PLTU Pulau Pisau yang mengakibatkan pemadaman bergilir di wilayah sekitar.

Sementara itu, lanjut Ibnu, untuk kebencanaan geologi, Posko Nasional ESDM menitikberatkan perhatian ke dua gunung api yang cukup aktif saat ini yakni Gunung Agung dan Gunung Sinabung. Kendati selama libur Natal dan tahun baru tercatat delapan kali gempa bumi, namun semuanya tidak berpotensi tsunami.

“Masih dalam kategori tidak membahayakan,” pungkasnya.