Usai Menghadap Wiranto, Kubu Sudding Pastikan Gelar Munaslub Pekan Ini

Sekjen DPP Hanura Sarifuddin Sudding

Jakarta, Sayangi.Com– Sejumlah perwakilan DPD dan DPC Partai Hanura, usai bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Wiranto, menggelar konferensi pers dan mendesak agar DPP Hanura segera menggelar Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) untuk menetapkan ketua umum definitif pasca pemecatan Oesman Sapta Odang (OSO).

“Kami dalam forum ini mewakili seluruh pengurus daerah secara bulat menyampaikan bahwa penyelamatan partai Hanura harus melalui Munaslub,” kata Ketua DPD Hanura Sumatera Barat, Marlis, di kantor DPP Hanura, Bambu Apus, Jakarta Timur, Selasa (16/1).

Marlis mengungkapkan, dalam pertemuan dengan perwakilan DPD dan DPC Hanura, Wiranto meminta agar penyelesaian konflik Hanura diselesaikan sesuai ketentuan AD/ART partai.

Sesuai AD/ART Hanura, kata Marlis, penyelenggaraan Munaslub dapat dilakukan jika ada permintaan dari 2/3 DPD atau DPC partai.

“Hari ini kami laporkan ke Pak Wiranto bahwa jumlah kami yang menuntut untuk dilaksanakan munaslub lebih dari 2/3 DPD dan DPC. Maka tak ada alasan lagi bagi DPP untuk tidak melaksanakan Munaslub,” ujarnya.

Sekjen DPP Hanura Sarifuddin Sudding dalam kesempatan yang sama mengamini apa yang disampaikan perwakilan pengurus DPD Hanura tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan munaslub sudah sesuai dengan aturan partai, dan akan dilaksanakan pekan ini.

“Munaslub akan kita selenggarakan minggu ini. Sudah sesuai dengan AD/ART partai dan sudah dikonsultasikan dengan ketua dewan pembina. Arahannya jelas, selesaikan sesuai AD/ART,” kata Sudding.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (15/1) kemarin, kubu Sekjen Sarifuddin Sudding yang mengklaim didukung mayoritas DPD dan DPC se-Indonesia, menggelar rapat di Hotel Ambhara, Jakarta. Rapat tersebut memecat Oesman Sapta Odang (OSO) dari posisi ketua umum DPP Hanura dan menunjuk Marsekal Madya (purn) Daryatmo sebagai Plt Ketua Umum.

Sebaliknya, kubu OSO yang didukung wajah-wajah baru pengurus DPP Hanura, menggelar rapat di Hotel Manhattan, Kuningan, dan memecat balik Sarifuddin Sudding dari posisi Sekjen.