Duterte Desak Kongres Keluarkan Undang-Undang Otonomi Wilayah Muslim

Foto Philippine Primer
Foto Philippine Primer

Manila,Sayangi.com- Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada hari Kamis mendesak Kongres untuk memberikan sebuah undang-undang yang menetapkan otonomi khusus wilayah berpenduduk muslim. Jika tidak menurut Duterte maka kelompok pemberontak akan mengabaikan proses perdamaian dan mengangkat senjata lagi melawan pemerintah.

MILF Kelompok pemberontak muslim terbesar Barisan Pembebasan Islam Moro menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah pada 2014 usetelah berkonflik dengan pemerintah selama hampir 50 tahun. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 120.000 orang dan menyebabkan 2 juta orang mengungsi.

Inti dari kesepakatan akan berlakunya Hukum Dasar Bangsamoro (BBL). Undang undang tersebuat akan menawarkan daerah otonom baru di wilayah Mindanao mempunyai kekuatan politik dan ekonomi yang lebih banyak.
Duterte adalah pendukung setia rencana ini.

“Saya mendesak semua orang untuk mengerti, sudah saatnya ketidakadilan historis yang dilakukan terhadap mereka dikoreksi,” kata Duterte saat meluncurkan sebuah bank untuk pekerja luar negeri Filipina.

“Jika tidak ada yang terjadi pada BBL, akan ada perang di Mindanao,ungkapnya. Duterte mengaku tidak dapat mengendalikan kelompok pemberontak jika mereka mengangkat senjata lagi dan memperjuangkan sebuah negara merdeka di selatan.

Dikutip dari Reuters (19/1) Wilayah Mindanao sudah penuh dengan masalah keamanan. Gagalnya proses perdamaian dengan MILF akan menjadi salah satu kemunduran terbesar kepresidenan Duterte.

Dia menginginkan BBL diloloskan sebelum Kongres memusatkan perhatiannya pada perubahan konstitusi untuk menciptakan sistem federal.