Ini Strategi Polri Dalam Pencegahan Penyerangan Rumah Ibadah

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya telah meningkatkan pengamanan di sekitar rumah ibadah. Hal ini terkait dengan maraknya penyerangan rumah ibadah akhir-akhir ini.

“Polri punya strategi dengan menempatkan Bhayangkara, kita tetap tempatkan di masing-masing desa atau kelurahan,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/2).

Menurut Setyo, dengan ditempatkannya anggota Polri disekitar tempat ibadah, diharapkan penyerangan tersebut tidak lagi terjadi. Pasalnya, anggota dapat mendeteksi bilamana ada sesuatu yang mencurigakan di wilayah tersebut.

“Sehingga anggota yang kita tempatkan ini mampu mendeteksi lebih awal, deteksi dini, terhadap semua perubahan-perubahan yang terjadi di wilayahnya,” tuturnya.

Setyo mengakui, saat ini anggota Babinkamtibmas yang dimiliki Polri masih kurang sekitar 20 ribu personil, dari jumlah ideal sebanyak 70 ribu personil. Hal ini dikarenakan banyak anggota Polri yang mendapat penugasan di satuan lain.

“Tapi saya yakin bahwa ke depan kita akan menempatkan satu desa, atau satu kelurahan satu personil,” katanya.

Selain itu, kata Setyo, saat ini seorang Babinkamtibmas juga mendapat pelatihan khusus, untuk memahami kondisi di masyarakat. Sehingga diharapkan, anggota Polri juga dapat menjadi pemecah masalah dan negosiator handal di tengah masyarakat.

“Dia harus mempunyai sifat tanggap ya terhadap perkembangan situasi. Kemudian mampu menjadi negosiator, kemudian mampu menjadi pemecah masalah,” jelas Setyo.