Polisi Tetapkan Suami Korban Pembantaian di Tangerang Sebagai Tersangka

Pelaku pembunuhan satu keluarga di Tangerang menjalani perawatan di Rumah Sakit.

Jakarta, Sayangi.com – Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya telah melakukan otopsi terhadap jasad satu keluarga yang dibunuh di Perumahan Taman Kota Permai. Dari hasil otopsi, diketahui korban yang bernama Emma dan dua anaknya tewas dengan luka tusuk di perut dan leher.

Sementara suami dan ayah korban yang bernama Effendi masih menjalani pemeriksaan karena luka yang dideritanya. Menurut Harry, dari keterangan saksi dan hasil olah TKP, akhirnya Effendi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan anak dan istrinya sendiri.

“Dari hasil keterangan awal, saksi-saksi serta petunjuk-petunjuk yang kami dapat di TKP. Hari ini telah kami tetapkan Muchtar Effendi sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ini,” ujar Harry dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/1).

Harry menjelaskan, motif tersangka membunuh anak dan istrinya lantaran dirinya kesal dengan sang istri. Pasalnya, korban yang juga istri tersangka meminjamkan uang hasil jual beli mobil tanpa sepengetahuannya.

“Lalu korban dan tersangka terlibat cekcok di TKP selama tiga hari, dan diakhiri dengan pembunuhan,” terangnya.

Awalnya, kata Harry, tersangka juga berniat bunuh diri pasca membantai anak dan istrinya. Hal ini terlihat dari sejumlah luka yang ada di sekujur badan Effendi.

“Motifnya pastinya masih kita dalami, yang jelas tersangka melukai badannya sendiri untuk akhiri hidupnya,” jelasnya.

Mengenai siapa yang lebih dulu dibunuh oleh Effendi, Harry belum dapat memastikannya. Namun menurut pengakuan tersangka, ia menyesal dengan apa yang telah dilakukannya.

“Yang jelas pada saat kami minta keterangan pada yang bersangkutan, ia sampaikan maaf, menyesali, dan beberapa kali Istighfar,” katanya.

Mengingat kondisi yang masih sangat lemah, Harry menuturkan, belum banyak yang dapat digali dari tersangka. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan RS Polri terkait kondisi kejiwaan Effendi.

“Keterangan lain kami tunggu hasil RS Polri, terkait operasinya dan psikologi kejiwaan pelaku,” pungkasnya.

Berita Terkait

BAGIKAN