• Kamis, 01 Agustus 2013 00:59
  • Oleh:  Febri S
(ilustrasi) Iskandar Hasan-Hafisz Tohir (ilustrasi) Iskandar Hasan-Hafisz Tohir Foto:Antara

Palembang, Sayangi.com - Menghadapai Pemilihan Gubernur (Pilgub) Ulang Sumatera Selatan, tidak membuat gentar pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir, meskipun pada Pilgub lalu, pasangan yang diusung oleh PAN, PBR dan PKS ini mengantongi suara terkecil dibanding kandidat lain.

"Kami tidak gentar dengan kandidat lain yang telah mengantongi suara terbanyak atau jauh lebih unggul pada pilkada sebelumnya," ujar Hafisz.

Dalam kesempatan ini, Hafiz Tohir juga membantah isu telah membangun koalisi dengan kandidat lain.

"Menjelang pemungutan suara ulang pemilu gubernur Sumsel pada 4 September 2013 nanti, banyak muncul isu negatif untuk menjatuhkan calon tertentu serta membuat kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat kurang kondusif," kata Hafisz yang didampingi Ketua Tim Suksesnya Yudi Farola Bram, di Palembang, Rabu (31/7).

Menurut Hafisz, dia dan partai pengusungnya, tidak pernah berpikir apalagi telah melakukan kesepakatan untuk berkoalisi mendukung salah satu kandidat yang memiliki peluang besar untuk menjadi pemenang Pilgub Sumsel periode 2013-2018.

"Saya beberapa waktu lalu memang mengunjungi seluruh kandidat yang akan mengikuti pemungutan suara ulang, dengan tujuan membangun komunikasi politik agar tercipta suasana damai dan kondisi keamanan kondusif menjelang digelar pemungutan suara ulang itu, bukan untuk membangun koalisi," ujarnya.

Dia menjelaskan, setelah Ketua majelis makim Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar membacakan amar putusan di Jakarta, Kamis (11/7), yang menyatakan pemungutan suara ulang di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) dua kabupaten, dua kota, dan satu kecamatan untuk pilgub Sumsel, pihaknya langsung melakukan berbagai persiapan terkait putusan itu.

Secara umum dia menegaskan siap menghadapi pemungutan suara ulang di Kota Palembang, Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, OKU, dan seluruh TPS di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan, sesuai dengan keputusan MK tersebut.

Pada Pilgub 6 Juni 2013 lalu, Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel Alex Noerdin-Ishak Mekki dengan nomor urut empat (4) memperoleh suara terbanyak, yakni mencapai 1.405.510, disusul posisi kedua pasangan Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman nomor urut tiga (3) dengan 1.258.240 suara.Kemudian pasangan Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung nomor urut satu (1) memperoleh 695.667 suara, dan pasangan Iskandar Hasan-Hafisz Tohir nomor urut dua (2) meraih sebanyak 400.321 suara.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara di Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumsel pada 13 Juni 2013, telah menetapkan pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki menang pada pilkada tersebut, namun Mahkamah Konstitusi atas gugatan pasangan calon lainnya akhirnya memutuskan pelaksanaan pemungutan suara ulang di sejumlah tempat di Sumsel.
(VAL/ANT).