• Minggu, 08 September 2013 19:28
  • Oleh: 
Herman Deru saat menerima warganya Herman Deru saat menerima warganya Foto : ldiiokutimur.wordpress.com

Palembang, Sayangi.com - Calon Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyerahkan keputusan pemenang pemilihan kepala daerah provinsi itu ke Mahkamah Konstitusi.

"Mahkamah Konstitusi yang berhak mengatakan siapa pemenang pilkada Sumsel," kata Herman Deru setelah dilaksanakan pemungutan suara ulang 4 September 2013 lalu, di Palembang, Minggu (8/9).

Ia mengatakan, terjadinya pemungutan suara ulang ini adalah hasil putusan sela MK nomor 79 yang ditetapkan pada 11 Juli 2013.

Di dalam salah satu poin putusan sela itu adalah memerintahkan untuk menggelar pemungutan suara ulang di Palembang, Prabumulih, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur dan Kecamatan Warkuk, Kabupaten OKU Selatan.

Karena itu, sebagai kandidat, ia mengajak semua pihak baik masyarakat, kandidat maupun penyelenggara pilkada tidak membuat kesimpulan atau opini sendiri-sendiri.

"Marilah kita patuhi putusan MK, baik itu putusan sela yang sudah kita laksanakan bersama-sama maupun putusan MK yang akan datang," tuturnya.

Ia mengimbau, semua pihak tidak membuat opini sendiri terhadap hasil pemungutan suara ulang pemilihan kepala daerah Sumsel, 4 September lalu.

Menurutnya, antara pemungutan suara ulang dan nonpemungutan suara ulang tidak bisa digabung.

Ia menyebut, kewenangan itu hanya ada di MK, karenanya biarkan MK yang memutuskannya. Jangan membuat opini sendiri, tunggulah putusan MK.

Ia juga menyatakan, hasil penghitungan cepat pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer terhadap hasil pemungutan suara ulang sama dengan hasil rekapitulasi yang sudah mulai dilakukan di tingkat panitia pemungutan suara (PPS) atau kelurahan dan panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Sebelumnya Anggota Komisi Pemilihan Umum Sumsel, Divisi Logistik dan Keuangan Kelly Mariana menyatakan, pihaknya akan menyampaikan hasil pemungutan suara ulang tersebut ke MK.

"Nanti, setelah rekapitulasi penghitungan suara pemungutan suara ulang selesai di tingkat KPU provinsi akan disampaikan ke MK," ujarnya.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel yang mengikuti pemungutan suara ulang yakni nomor urut 1 Eddy Santana Putra-Hj Anisja D Supriyanto, nomor urut 2 Iskandar Hasan-Hafisz Tohir, nomor urut 3 Herman Deru-Maphilinda Boer dan nomor 4 Alex Noerdin-Ishak Mekki.

Sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 11 Juli 2013, KPU Provinsi Sumatera Selatan diperintahkan untuk melaksanakan pemungutan suara ulang di seluruh tempat pemungutan suara di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan seluruh TPS di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

MK juga membatalkan Keputusan KPU Sumatera Selatan tentang Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan pada 13 Juni 2013. (Ant)