• Rabu, 18 September 2013 22:19
  • Oleh: 
Calon Walikota Bogor dan Calon Wakil Walikota Bogor periode 2014-2019 Bima Arya (kiri) dan Usmar Hariman menyampaikan orasi politik saat kampanye terbuka di Lapangan Kresna, Kota Bogor, Jabar, Senin (2/9). Calon yang diusung oleh Partai Demokrat, PAN, Partai Gerindra, PBB dan PKB tersebut akan berhadapan dengan empat pasang calon lainnya pada pilkada 14 September 2013 Calon Walikota Bogor dan Calon Wakil Walikota Bogor periode 2014-2019 Bima Arya (kiri) dan Usmar Hariman menyampaikan orasi politik saat kampanye terbuka di Lapangan Kresna, Kota Bogor, Jabar, Senin (2/9). Calon yang diusung oleh Partai Demokrat, PAN, Partai Gerindra, PBB dan PKB tersebut akan berhadapan dengan empat pasang calon lainnya pada pilkada 14 September 2013 Foto : Antara

Bogor, Sayangi.com - Setelah merilis hasil perolehan suara pemilihan kepala daerah berdasarkan hitungan nyata (real count) calon wali kota Dody Rosadi mengakui perolehan suara untuk dirinya jauh di bawah kandidat Bima Arya yang memperoleh suara terbanyak 33,05 persen disusul pasangan Achmat Ru'yat 32,80 persen.

"Dari hasil yang kami rekap di semua PPS dan PPK, angka yang ditulis bisa saja keliru penulisan, tapi dari apa yang kami rilis perolehan suara terbanyak dipegang oleh Bima Arya," kata Dody dalam jumpa wartawan yang digelar di saung Dody-Untung di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/9).

Dody mengatakan, pihaknya baru merilis hasil hitung nyata karena harus menunggu proses rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPS dan PPK yang baru selesai dilaksanakan Rabu ini.

Dari hasil hitung nyata yang dilakukan tim sukses Dody Rosady-Untung W Maryono, perolehan suara untuk nomor urut 1 Firman Sidik Halim-Gartono sebesar 6,42 persen atau 25.684 suara.

Pasangan nomor urut 2 Bima Arya-Usmar Hariman memperoleh suara sebanyak 131.112 suara atau 33,05 persen disusul pasangan nomor urut 3 Achmat Ru'yat sebanyak 131.131 suara atau 32,80 persen.

Disusul pasangan Dody Rosadi-Untung W Maryono nomor urut 4 memperoleh suara 67.545 suara atau 16,90 persen dan pasangan nomor urut 5 Syaiful Anwar-Muztahidi sebesar 10.83 persen atau 43.298 suara.

"Kami mengumpulkan data nyata, baik dari tingkat PPS dan PPK. Tapi kembali lagi hasil sah sesungguhnya ada di KPU," kata Dody.

Dari hasil hitung nyata yang dilakukan tim sukses Dody-Untung, diketahui bahwa jumlah suara sah sebanyak 399.764 suara, dengan jumlah suara tidak sah sebanyak 24.558 suara.

"Jadi jumlah yang mencoblos sebanyak 403.136 pemilih dari jumlah DPT sebanyak 600.000 lebih artinya partisipasi sangat rendah yang sekitar 60 persen lebih, artinya masih banyak warga yang golput (golongan putih)," ujar Dody.

Sementara itu, dalam rilis hitung nyata yang dilakukan pihak Dody Rosadi-Untung W Maryono dihadiri oleh Bima Arya yang merupakan salah satu kandidat.

"Kehadiran saya bersilaturahmi, sebagai mana yang saya lakukan sebelum pilkada di mulai, saya juga bersilaturahmi setelah pilkada dimulai. Karena bentuk hormat saya terhadap senior yang sudah lama berkecimpung di berokrasi Kota Bogor," kata Bima.

Dalam pertemuan tersebut, Bima juga menyampaikan kesimpangsiuaran berita mengenai situasi di Kota Bogor pasca pemilihan kepala daerah yang menurut sebagai orang dalam situasi siaga satu.

"Disini saya mau meluruskan bahwa kondisi Kota Bogor aman dan kondusif, hanya saja keingintahuan warga atas hasil perhitungan yang cukup besar menimbulkan rasa seperti itu," kata Bima.

Bima mengaku optimis dengan perhitungan suara yang dilakukan pihaknya, ditambah kesamaan data dengan perhitungan yang dilakukan oleh pasangan Dody-Untung menyatakan dirinya unggul dalam perolehan suara.

"Kita akan kawal pleno rekapitulasi perolehan suara di KPU Kamis besok. Siapapun yang menang dan kalah bisa menerima setiap calon yang terpilih demi Kota Bogor yang lebih baik," kata Bima. (Ant)

 

Topik Berita