• Selasa, 29 Oktober 2013 17:50
  • Oleh:  Ardhy Fitriansyah
Walikota Palembang, Romi Herton memberikan keterangan kepada wartawan sesaat setelah rumahnya digeledah oleh KPk, Selasa (29/10) Walikota Palembang, Romi Herton memberikan keterangan kepada wartawan sesaat setelah rumahnya digeledah oleh KPk, Selasa (29/10) Foto: sayang.com/Ardhy

Palembang, Sayangi.com - Sejak pagi pukul 08.00 WIB sebanyak enam orang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyambangi rumah pribadi Walikota Palembang, Romi Herton di jalan Wiro Santiko, Kecamatan Ilir Barat, Palembang, namun sayang hingga selesai pemeriksaan pihak KPK tersebut tidak memberikan konfirmasi apapun dengan langsung pergi meninggalkan kediaman Romy menggunakan 3 mobil berwarna hitam dengan pengawalan ketat dari pihak Gegana Sumsel.

"KPK hanya menggeledah saja terkait penangkapan pak Akil Muktar, saya tegaskan bahwa saya ini korban sehingga mengajukan gugatan ke MK, ternyata benar saya yang memenangkan Pilkada Palembang ini dan itu sangat objektif sekali,” kata Walikota Palembang Romi Herton saat dijumpai usai tim KPK meninggalkan kediamannya.(29/10).

Selanjutnya, Romi menceritakan proses penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik KPK. Penjelasan yang mirip curahan hati tersebut sangat detail mencakup proses penggeledahan hingga persoalan yang dihadapinya terkait Pemilukada Kota Palembang yang berujung di Mahakamah Konstitusi.

“Saya sedang tidur kemudian KPK datang saya tanyakan apa keperluannya mereka menjawab melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terkait dengan kasus yang terjadi pada Akil Muktar, dari 40 kasus sengketa Pilkada yang ditangani Pak Akil Mukhtar termasuk Pilkada Palembang akan mereka pelajari semua oleh pihak KPK tersebut,” terang Romi Herton.

Hari ini menurut pengakuan Romy Herton ada 3 unit hanphone miliknya yang disita oleh pihak KPK meski memang 2 handphone telah rusak dan masih tersimpan dikamarnya juga turut disita.
 
”Itu juga dua unitnya sudah rusak namun masih tersimpan sedangkan satu unitnya lagi  masih saya pakai dan semuanya dibawa oleh pihak KPK untuk diperiksa.” Ujar Romy Herton.

Selain telepon genggam diungkapkan Romi, dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Pilkada juga disita oleh KPK seperti putusan MK, kemudian SK Mendagri tentang pengangkatan dirinya menjadi Walikota Palembang periode 2013-2018.
”Saya dengan Pak Akil saja tidak kenal bagaimana bisa tahu nomor rekeningnya Akil, kalau Akil supir bis kota sini (Palembang) kemungkinan saja saya kenal,” canda Romi saat menjawab pertanyaan salah satu awak media mengenai keterdekatan dirinya dengan mantan ketua MK yang terjerat kasus suap sengketa Pilkada beberapa waktu lalu.

Tak sampai di situ Romi membeberkan bahwa pemeriksaan terhadap dirinya dengan didampingi oleh istrinya sangat detail hingga kamar mandi bahkan tempat lantai tidur dirinya juga turut diperiksa." Lantai tempat tidur saya juga diperiksa mungkin takut ada tempat penyimpanan, sampai ke kamar mandi juga, sehingga benar-benar dilakukan secara profesional," bebernya.

Saat ditanya apakah ada pihak keluarganya yang turut diperiksa Romi menjawab ada istrinya yang juga diperiksa dengan mendapati adanya bukti transfers uang sebesar Rp 500 juta ke rekeningnya sendiri.” Itu uang saya sendiri saya transfer ke rekening saya sendiri yang rekening lain sebesar 500 juta,” jawab Masitoh, istri orang nomor satu dikota pempek tersebut.

Dikatakan Romi, hari ini merupakan kebahagiannya telah didatangi KPK, dari 40 kepala daerah yang terkait kasus Akil Muchtar." Saya tidak takut diperiksa karena nanti juga saya akan diperiksa di akhirat. Tetapi dengan datangnya ke KPK ini semuanya menjadi terang siapa yang bersalah. Apakah saya atau lawan politik saya," katanya.
 
Ditegaskan Romi, dirinya sebagai warga negara tentunya mendukung penegakan hukum dan peraturan yang berlaku." Sampai sepuluh kali pun saya siap diperiksa karena saya tidak melakukan apa yang dituduhkan selama ini," tegasnya.

Pemeriksaan ini sempat menarik perhatian masyarakat Palembang. Sehingga lalulintas di sekitar kediaman Walikota tersendat.
Sebelum menggeledah rumah pribadi Romi Herton, KPK juga telah menggeledah kantor Walikota di Jalan Merdeka Palembang tapi tidak berlangsung lama.

Rumah Romi yang berlantai tiga ini juga mendapat penangawalan dari puluhan pasukan Brimob Polda Sumsel, serta Polisi Pamong Praja. Penggeledahan KPK ini kuat dugaaan terkait dengan Pilkada Kota Palembang, bulan April lalu dan tertangkapnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muchtar atas kasus korupsi yang telah menjeratnya.

Romi sendiri dalam pilkada Palembang April lalu, kalah dari pasangan Sarimuda-Nelly Rosdiana dengan selisih 8 suara. Kemudian Romi menggugat ke MK dan menang dengan selisih 23 suara dari Sarimuda. Sehingga KPU kota Palembang menetapkan Romi yang berpasangan dengan Harnojoyo sebagai Walikota dan Wakil Walikota Palembang periode 2013-2018.

Pemeriksaan ini dipimpin oleh penyidik KPK Sugeng Sugiono yang dimulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB.Pertama kali masuk ke kediaman Romi Herton, KPK langsung melakukan pemeriksaan mobil dinas Romi Herton BG 1 A dan mobil pribadi bermerek Alphard BG 23 MK yang berada di garasi. (S2)