• Jum'at, 06 September 2013 13:17
  • Oleh:  Wahyudi Arkan
Suasana di sebuah pasar di Papua Suasana di sebuah pasar di Papua Foto: kominfo.go.id

Jakarta, Sayangi.com - Perum Perhutani akan membangun pabrik sagu di Papua, dengan menggandeng PT. PLN (Persero) sebagai pemasok listriknya.

"Pabrik ini dibangun untuk mengatasi tingginya harga sagu, yang menjadi bahan makanan pokok masyarakat Papua, yakni mencapai Rp 18 ribu lebih mahal daripada harga di luar Provinsi Papua itu sendiri yang 'hanya' Rp 9 ribu," kata Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukmananto di kantor PLN Pusat, Jakarta, Jum'at (6/9).

Bambang menjelaskan, selama ini memang belum ada pabrik sagu di Papua, sehingga masyarakat mulai beralih mengonsumsi beras sebagai makanan pokok.

Kebutuhan tenaga listrik untuk bangun pabrik sagu di Papua memerlukan daya sebesar 3 MW. Untuk itulah PLN merasa perlu membangun power plant sebagai penyedia kebutuhan listrik dan panas. Rencananya, pabrik sagu ini akan memproduksi 100 ton sagu per hari dengan kebutuhan kebutuhan 3 MW yang mengerakkan 3 mesin.

Untuk memenuhi ketersedian bahan baku, Perhutani juga akan menggandeng masyarakat lokal agar pasokan bahan baku pembuatan sagu terjamin kelangsungannya. Nantinya dari sagu dapat dihasilkan beras sintetis untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional.  

"Dengan membangun industri pabrik sagu itu artinya sama dengan menyelamatkan produksi beras nasional," tutur Bambang. Saat ini produksi sagu nasional baru mencapai 200 ribu ton per tahun atau sekitar lima persen dari potensi sagu nasional, sedangkan Indonesia salah satu penyumbang terbesar sagu dunia, disusul Papu Nugini dan Malaysia. (MSR)

Topik Berita