• Minggu, 08 Desember 2013 16:45
  • Oleh:  Tri Harningsi
Biji Ludraksha yang dibuat menjadi kalung atau alat hitung mantra pada Yoga Biji Ludraksha yang dibuat menjadi kalung atau alat hitung mantra pada Yoga Foto: Shankara Rudraksha

Jakarta, Sayangi.com - Ketika seluruh dunia telah beralih ke pengobatan modern, pengobatan herbal alami masih menyediakan beberapa obat penting bagi umat manusia. Salah satunya yang mulai banyak diminati adalah biji Ludraksha (Genitri).

Rudraksha atau Elaeocarpus Ganitrus, merupakan sejenis pohon cemara besar  berdaun lebar, dengan tinggi maksimal dapat mencapai 25 hingga 30 meter. Tanaman yang bijinya didaulat sebagai air mata Siwa ini memiliki batang  yang tegak dan bulat berwarna cokelat, daunnya berbentuk tepian bergerigi dan meruncing di bagian ujung. Bijinya keras, awet, pun dengan segudang manfaat kesehatan maupun spiritual. Layaknya tasbih bagi umat Muslim, atau rosario bagi umat Katholik, biji Ludraksha digunakan sebagai alat hitung berdoa bagi umat Hindu. Tak jarang pula ditemui, tasbih ataupun rosario yang terbuat dari biji ludraksha.

Selain sebagai alat hitung berdoa ataupun mantra Japa, biji ludraksha ini memiliki banyak manfaat sebagai sarana untuk meremajakan pikiran, tubuh dan jiwa, sehingga kualitas hidup secara keseluruhan dapat ditingkatkan. Rudraksha pun telah diidentifikasi sebagai obat  dalam pengobatan Ayurveda sejak 1500 SM di India. Rudraksha tumbuh di daerah aliran sungai Gangga di kaki pegunungan Himalaya sampai ke Asia Tenggara, New Guinea, Australia, Guam, dan Hawaii. Tanaman Rudraksha memiliki macam-macam mukhi (lekukan/muka), dari mukhi satu, hingga lebih dari 33 garis mukhi.

Menurut hasil penelitian Dr. Suhas Roy dari Indian Institute of Technology di Banaras India pada tahun 1993, sifat bioelektrokimia pada biji rudraksha dapat mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung dan merangsang sistem otak pusat. Hasilnya akan timbul perasaan tenang, damai dan berpikiran positif.

Dalam riset lain dari Indian Institute of Technology, diketahui bahwa biji rudraksha memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48. Artinya ketika misalnya digunakan untuk melakukan japa, rudraksha memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan faraday, yang muncul dari hasil konduksi elektron alkalin. Karena itulah rudraksha diyakini dapat mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai gangguan psikologi lainnya.

Dari hasil riset Singh R.K. dari Departement of Pharmacology, Banaras Hindu University India, diketahui bahwa biji rudraksha tidak saja berkhasiat saat dikalungkan di leher tapi juga bagus untuk diminum air rendaman atau rebusannya, karena dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Biji rudraksha direndam semalam, lalu diminum saat perut kosong. Bila disertai dengan mengalungkan rudraksha di leher, dalam tujuh hari terbukti efektif meredam hipertensi, memastikan sirkulasi darah yang ideal untuk tubuh dan menghasilkan perasaan tenang dan damai. Rudraksha juga berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker dan radang. Glikosida, teroid, alkaloid dan flavonoid yang terkandung dalam rudraksha baik untuk kesehatan paru-paru.

Hasil riset A.B. Ray dari Departement of Medicinal Chemistry, Banaras Hindu University India, menunjukkan bahwa senyawa alkaloid yang terkandung dalam rudraksha antara lain : pseudoepi-isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine dan elaeocarpiline. Senyawa tersebut memiliki khasiat untuk meluruhkan lemak badan. Caranya, 25 gram biji rudraksha kering, dicuci dan direbus dalam 1 gelas air sampai air rebusan tersisa separuh. Setelah air rebusan dingin, saring, lalu minum sekaligus.

Dalam pengobatan Ayurvedik, biji dan buah Rudraksha digunakan untuk segala macam penyakit yang telah terbukti secara ilmiah. Khasiatnya sebagai obat termasuk Sebagai anti-inflamasi yang dapat mengurangi rasa sakit arthritis dan efektif terhadap infeksi jamur seperti Candida albicans (kandidiasis), sebagai anti-nyeri (analgesik) yang membantu dalam menghilangkan rasa sakit seperti sakit kepala. Sebagai anti-kejang yang berguna dalam mengobati neuralgia dan epilepsi. Meringankan gejala asma, masalah bronkial dan batuk.

Rudraksha juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah, melindungi jantung dan menurunkan tekanan darah. Mengendurkan otot-otot halus dalam tubuh dan menyembuhkan ulkus. Sebagai anti-depresan untuk menurunkan tingkat kecemasan dan sebagai obat penenang ringan, telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan untuk kegilaan, masalah mental dan insomnia. Hingga mengobati penyakit-penyakit lainnya seperti masuk angin, demam dan penyakit kuning.

Dalam budaya timur, biji rudraksha ini diyakini memiliki kekuatan spiritual dan supranatural. Artinya biji rudraksha memiliki keajaiban membantu menjalani hidup dengan lebih baik secara jasmani maupun rohani.

Di Indonesia, ludraksha memang masih jarang ditemukan, namun anda dapat menemukannya disejumlah toko yang menjual keperluan orang-orang India baik di Jakarta ataupun di kota besar lainnya. Di Jakarta anda bisa mendapatkannya di kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat, di toko Shalimar, Indian mini market. Harga ludraksa yang sudah berbentuk kalung berkisar 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Semakin kecil biji serta langka jumlah mukhi nya, maka semakin tinggi pula harganya. (VAL)