• Selasa, 20 Agustus 2013 00:07
  • Oleh:  Zee Shie
Sulis dan Fahad Munif. Sulis dan Fahad Munif. Foto: Sayangi.com/Okky

“Mari menyusun seroja bunga seroja aa aaa/Hiasan sanggul/Remaja putri remaja//Rupa yang elok/dimanja/jangan dimanja aaa aa//Pujalah ia/Oh saja.../Sekedar saja.”

Tak disangka, tak dinyana, lirik dengan cengkok melayu khas itu mengalun dari suara indah Sulis yang terkenal sebagai penyanyi religi Indonesia.

Dalam kesempatan jumpa pers terkait perhelatan musik melayu “Jakarta Melayu Festival” di bilangan Taman Ismail Marzuki (TIM) Senin sore 19 Agustus 2013, gadis 23 tahun kelahiran Solo ini menjajal suaranya dalam lagu khas melayu berjudul Seroja, diiringi petikan gitar gambus dari seniman musik melayu, Fahad Munif.

“Pada zaman Bung Karno dulu, musik melayu adalah musik istana, pertunjukan musik melayu akan ditampilkan di istana untuk menyambut tamu-tamu kenegaraan. Dan melalui Jakarta Melayu Festival ini, kami ingin mengembalikan eksistensi tersebut pada tempatnya, ditempat-tempat semewah istana, bukan lagi di emperan saja.” Ungkap Sulis yang sangat antusias untuk mengisi acara Jakart Melayu Festival di 30 Agustus mendatang.

Jakarta Melayu Festival merupakan malam pergelaran keindahan budaya Eksotisme Melayu yang lahir dari seorang Geisz Chalifah bersama Gita Cinta Production. Perhelatan besar musik berlatar budaya bangsa ini menurut rencana akan diselenggarakan pada 30 Agustus 2013 mendatang, tepatnya di Birawa Assembly Hall, Bidakara Hotel.

Selain Sulis, acara ini akan dimeriahkan oleh artis-artis kenamaan bercengkok melayu, seperti Iyeth Bustami, Hamdan ATT, Buthong, hingga Fuad Balfas.

Tak hanya berbau budaya, acara ini juga menghembuskan nafas sosial yang begitu tinggi. Terbukti dari hasil penjualan keseluruhan tiket pada acara ini akan disumbangkan untuk pembangunan dua rumah sakit, Rumah Sakit di Galela Maluku dan Rumah Sakit Indonesia di Ghaza Palestina. (VAL)