• Selasa, 11 Maret 2014 14:16
  • Oleh:  Fahri Haidar
Kelompok masyarakat yang menggeruduk MUI terkait praktik UGB, Selasa (11/3) Kelompok masyarakat yang menggeruduk MUI terkait praktik UGB, Selasa (11/3) Foto: Sayangi.com/Fahri Haidar

Jakarta, Sayangi.com - Hari ini, Selasa (11/3) puluhan orang mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka mengatasnamakan Komite Penegak Syariah mendatangi MUI terkait kasus praktik pengobatan Ustad Guntur Bumi (UGB). Kebetulan pada saat yang bersamaan MUI juga sedang rapat membahas praktik UGB.

Puluhan orang tersebut mengaku merupakan korban pengobatan Ustad Guntur Bumi yang didampingi oleh pimpinan pondok Pesantren dan masyarakat.

"Saya berobat pada tahun 2012, hanya lima minggu," kata Hj Sri Suryami, warga Bogor yang mengaku ditipu UGB.

Menurut Sri Suryami, dia merasakan jantungnya selalu berdebar. Karenanya dia memutuskan untuk datang ke padepokan Ustad Guntur Bumi.

Sri Suryami menjelaskan dirinya dikenakan 5 paket pengobatan yang totalnya Rp 28 juta. Untuk menutupi biaya tersebut, dia menjual angkot milik anaknya.

"Saat ke UGB dan diobati, saya pertama keluar paku, terus keluar kawat, ulat dan kayu kecil yang tajam-tajam," ungkapnya.

Setelah beberapa kali datang ke UGB, UGB menyatakan dirinya sudah sembuh. Namun, katanya, dia masih merasakan penyakitnya.

"Pak ustadz, katanya saya sudah sembuh. Kok saya masih sakit?" Tanyanya kepada UGB. Namun hingga kini tidak ada jawaban pasti dari UGB.

Akhirnya, Sri Suryami mengambil keputusan untuk berobat secara medis di tempat lain dan sembuh.

"Saya ingin uang saya dikembalikan. Saya merasa diperas. Saya merasa berdosa kepada Allah karena percaya kepada UGB," tuturnya dengan emosi.

Sementara itu, Abdul Muis Istikhori, pimpinan Pondok Pesantren di Bogor yang mendampingi korban mengatakan kedatangannya ke MUI adalah bentuk keprihatinan atas apa yang telah menimpa para korban.

"Kok ada orang berlabel agama melakukan hal yang bertentangan dengan syariah," jelasnya.

Ia mengatakan akan terus mendesak MUI agar segera memutuskan dan menetapkan pelarangan praktik pengobatan Ustad Guntur Bumi.(GWH)

Topik Berita