• Kamis, 03 April 2014 11:08
  • Oleh:  Tri Harningsih
Ustadz Guntur Bumi Ustadz Guntur Bumi Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com - Perkara yang membelit Ustad Guntur Bumi (UGB) semakin pelik. Tak sekadar dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual dan kerugian materi sebesar Rp 1 milyar serta menyebabkan tewasnya seorang pasien, UGB juga diduga telah melakukan pencurian emas seberat 200 gram.

Hal ini terjadi saat UGB tengah melakukan pengobatan di Banjarmasin dan Balikpapan.

Dalam sebuah tayangan berita selebriti pagi, Rabu (2/4), M. Yahya Rasyid, sang kuasa hukum dari pelapor yakni Jamaludin mengungkapkan kronologi dugaan pencurian tersebut.

"Dia (UGB) melakukan pengobatan di rumah klien kami di Banjarmasin dan Balikpapan. Dia melakukan pengobatan di lantai 3. Setelah selesai, dia (UGB) turun ke kamar istri klien kami. Nah di situlah dia mencuri sebanyak 200 gram" ujar Yahya yang didampingi Jamaludin.

Sunan Kalijaga, kuasa hukum Ustad Guntur Bumi pun angkat bicara untuk menanggapi laporan 2 orang yang mengaku korban UGB tersebut.

Menurut Sunan, foto dan rekaman CCTV yang memperlihatkan UGB sedang bertamu di kediaman sang pelapor saja tak cukup untuk dijadikan barang bukti atas tuduhan pencurian tersebut.

Adapun barang bukti yang kuat menurut Sunan, jika CCTV tersebut merekam momen tindakan saat pencurian terjadi.

"Apa sih yang tergambar di CCTV, ya mungkin terlihat UGB datang ke kediamannya, ya mungkin iya benar UGB datang karena diundang atau ada hajat apa gitu. Betul datang. Tapi ingat, kalau yang namanya  dituduhkan dengan pasal pencurian ya, itu artinya CCTV yang berbicara dan bisa digunakan sebagai petunjuk alat bukti secara hukum, ketika benar terekam seorang UGB melakukan pelanggaran pidana pencurian. Nah itu boleh dijadikan barang bukti," ujar Sunan seperti dilansir dari Selebrita Pagi, Rabu (2/4)

"Tapi kalo UGB di CCTV itu hanya terekam da sedang bertamu ke situ oh itu ya nggak bisa," tegas Sunan.

Diketahui sebelumnya, Jamaludin bersama kuasa hukumnya, M.Yahya Rasyid menyambangi Mabes Polri untuk melaporkan UGB atas kerugian materi Rp 1 miliar serta menjadi salah satu penyebab meninggalnya pasien setelah berobat padanya. (GWH)

Topik Berita