• Kamis, 29 Agustus 2013 12:19
  • Oleh:  Tri Harningsih
View Ginza, surga kaum Jetset Jepang di malam hari View Ginza, surga kaum Jetset Jepang di malam hari Foto: bestourism.com

Tokyo, Sayangi.com - Tak jauh beda dengan New York City, ibukota Negeri Sakura alias Tokyo adalah dataran yang sangat vertikal. Deretan gedung pencakar langit, restoran hingga pusat perbelanjaan dibangun menjulang ke atas, demi memaksimalkan penggunaan lahan yang relatif kecil di negeri tersebut.

Jika Anda berkunjung ke Tokyo, sempatkanlah mengunjungi kawasan Ginza. Ibarat kawasan Bundaran HI Jakarta pusat, Ginza menjadi tempat bercokolnya gedung-gedung tinggi beserta pusat perbelanjaan eksklusif. Kawasan Ginza terletak di distrik Chuo, Tokyo. Berada diantara Yaesu dan Kyobashi di Selatan, Yurakhuco dan Uchisaiwaicho di timur, Tsukiji di barat, dan Shinbasu di utara.

Tak jauh beda dengan Shinjuku yang penuh dengan pusat perbelanjaan dan perkantoran, Ginza lebih dikenal sebagai kawasan plesiran paling elit di Tokyo. Berjalan disekitarnya akan membawa Anda pada sensasi The VIP Avenue New York City ala Jepang. Pasalnya di satu jalan besar, gedung-gedung yang mendulang nama sebagai outlet-outlet branded dunia berjejer disini, seperti Louis Vuiton, Channel dan merk super mahal lainnya.

Yurakucho adalah salah satu dari sekian banyaknya pusat perbelanjaan yang populer dikawasan ini. Tak hanya pusat perbelanjaan yang serba eksklusif, fasilitas-fasilitas penting lainnya seperti hotel, apartemen, restauran dan bangunan penting lainnya juga serba eksklusif dan super duper expensive.

Kawasan ini didirikan pada tahun 1612 di zaman Edo. Dan mengalami perkembangan yang sangat pesat ketika Jepang mulai membuka diri bagi perdagangan luar negeri, tepatnya disekitar tahun 1800-an. Jejeran kantor komersial, hingga galeri seni mewah bercokol disini.

Kawasan ini menawarkan berbagai atraksi menarik. Dengan kehadiran lebih dari 4000 restoran disekitar kawasan ini, Anda dapat mencetak cerita “get lost” di wisata kuliner Anda. Anda juga dapat menikmati pertunjukan opera house gratis yang diselenggarakan oleh beberapa galeri seni disini, mencoba produk terbaru dari perusahaan teknologi terkenal, Sony. Buat anda yang gemar fotografi, bisa berkunjung ke galeri Nikkon.

Atraksi lainnya yang paling terkenal dikawasan ini adalah Teater kabuki-za. Salah satu teater paling terkenal di Tokyo. Letaknya masih di sekitar kawasan mahal ini, tepatnya di Harumi Dori. Teater Kakuki-za yang sekarang memang bukan bangunan aslinya seperti di tahun 1889, sejak hancur dilalap api di tahun 1921, bangunan seni yang dulunya bermaterial kayu murni ini dibangun kembali dengan material tahan api.

Adalah Genichiro Fukuchi, seorang jurnais di era Meiji yang disebut-sebut membuka teater Kabuki-za. Namun ditahun 1914 tepatnya setelah Fukuchi pensiun, teater ini diambil alih oleh Shochiku Corporation. Namun sayang, karena sedang dilakukan renovasi besar-besaran, teater ini ditutup untuk umum sejak Mei 2010, dan akan dibuka kembali di awal tahun 2013.

Menutup hari di Ginza, anda bisa menyempatkan diri berplesiran ke dua toko stationary terkenal khas Jepang, ada Kinokuniya dan Tokyu Hands yang menawarkan pernak-pernik ala Jepang. (FIT/berbagai sumber)