• Rabu, 11 September 2013 15:38
  • Oleh:  Hurri Rauf
Suasana olah TKP pasca penembakan Bripka Sukardi di jalan raya depan kantor KPK, Jakarta, Selasa (10/9) Suasana olah TKP pasca penembakan Bripka Sukardi di jalan raya depan kantor KPK, Jakarta, Selasa (10/9) Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menduga peritiwa penembakan terhadap anggota polri Bripka Sukardi di depan KPK, tidak terkait dengan penangangan kasus dugaan korupsi di KPK. Sebaliknya, dia menduga peristiwa itu terjadi karena adanya perseteruan antara pihak-pihak lain dengan Polri itu sendiri.

"Kita belum berkesimpulan demikian. Untuk sementara kita melihat kasus yang terjadi di depan kantor KPK itu penembakan polisi mungkin karena adanya orang-orang yang punya perseteruan dengan kepolisian, apakah antara teroris dengan kepolisian," kata Abraham, Rabu (10/9).

Menurut Abraham, peritiwa penembakan yang terjadi pada Selasa kemarin bukanlah merupakan ancaman terhadap lembaga adhoc tersebut. Peristiwa itu, lanjut dia, mengingatkan agar seluruh insan yang ada di KPK agar lebih waspada dan hati-hati terhadap adanya kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

"Seluruh insan KPK tidak boleh sedikitpun gentar karena sejak bergabung di KPK memang kita sudah berkomitmen untuk mewakafkan diri kita kepada bangsa dan negara ini. Apa pun yang terjadi kalau pun nyawa jadi taruhannya, maka itu menjadi sesuatu yang tak bisa dihindari. Insa Allah kalau anda mati dalam mengerjakan tugas insaAllah mati syahid," katanya. (VAL)