• Selasa, 08 Oktober 2013 05:21
  • Oleh:  Bara Ilyasa
Tubagus Chaery Wardana alias Wawan usai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (5/10) dini hari. Wawan yang merupakan adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah diperiksa KPK terkait dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak, Banten yang melibatkan Ketua MK Akil Mochtar. Tubagus Chaery Wardana alias Wawan usai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (5/10) dini hari. Wawan yang merupakan adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah diperiksa KPK terkait dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak, Banten yang melibatkan Ketua MK Akil Mochtar. Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com - Kuasa Hukum Tubagus Chaeri Wardhana (TCW) alias Wawan tersangka kasus dugaan suap perkara Pilkada Lebak Banten, Efran Helmi Juni, mengelak jika uang sebesar Rp 1 M untuk mengurusi perkara Pilkada Lebak Banten.

Namun uang tersebut diperuntukkan untuk pembayaran fee pengacara nomor urut 2 (Amir Hamzah-Kasmin) yang juga tersangka dalam kasus suap MK, Susi Tri Andayani (STA).

"Itu lawyer fee yang dibayar ke Ibu Susi. Iya sengketa Pilkada Serang, kalau Pak Wawan itu tak ada kaitannya dengan Lebak," kata Helmi saat ditemui di KPK, Jakarta, Senin (7/10/2013).

Kepada wartawan Helmi mengaku tak mengetahui setelah kliennya menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada Susi Tur Andayani diserahkan pada siapa. Ia tak membenarkan jika uang itu  diperuntukan menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non aktif, Akil Mochtar.

"Jadi uang Rp 1 miliar adalah untuk lawyer fee yang dibayar pak Wawan kepada Bu Susi Tur Andayani. Tapi dari Susi itu kemana saya tidak bisa memastikan saya tidak tau," katanya.

Namun demikian, Erfan memastikan kliennya akan berkoordinasi dengan KPK untuk menjelaskan kasus yang menjeratnya. "Tapi nanti Pak Wawan akan terbuka ke KPK. Karena alasan dan buktinya ada. Termasuk soal penerimaan itu," ujar Helmi.

Sebelumnya KPK mencokok suami Wali Kota Tangerang Selatan Arin Rachmi Diany, Tubagus Chaeri Wardhana alia Wawan yang juga adik kandung Gubernur Banten Ratu Atu Choisyah terkait kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada di Kabupaten Lebak Banten.

KPK mengamankan uang senilai Rp 1 miliar oleh Wawan dan Susi Tur Andayani bakal diserahkan pada Ketua MK non aktif Akil Mochtar untuk penanganan sengketa Pilkada itu.