• Selasa, 30 Juli 2013 17:55
  • Oleh:  Nur Fitriana
sampul film Of Good Report sampul film Of Good Report Foto: metrotv

Afrika Selatan, Sayangi.com - Pengadilan banding sensor film Afrika Selatan akhirnya memutuskan mengizinkan pemutaran film yang semula dilarang karena dianggap mempertontonkan agendan "pornografi anak". Film lokal berjudul "Of Good Report" itu semula dijadwalkan akan diputar pada hari pertama pemutaran film pada Festival Film Internasional Durban namun kemudian dilarang.

Setelah dinyatakan lolos film ini akan diputar hari ini (Minggu, 28/07) yang merupakan hari terakhir festival tersebut. Film tersebut bercerita tentang sebuah sekolah di kota kecil setempat, dimana guru pemangsa anak mencari sasaran murid perempuan usia 16 tahun, yang dimainkan oleh seorang aktris usia 23 tahun.

Menurut lembaga sensor Afsel keputusan untuk membolehkan pemutaran film itu "sangat mengecewakan dan menyedihkan" karena sebagian adegan seksual antara guru dan murid dalam film itu dianggap "masuk kategori pornografi anak".

Dewan Lembaga Sensor menolak mengkategorikan film ini dalam batasan umur tertentu dan tetap menolaknya diputar di Afrika Selatan. Dengan keputusan itu, seperti dilaporkan kantor berita AFP, film kontroversial ini kini dibolehkan ditonton pemirsa usia 16 tahun ke atas dengan peringatan tertulis tentang adanya adegan seksual, gambar telanjang, kekerasan dan bahasa kasar.

Sementara secara legal di negara itu hukum membuat, memproduksi, memiliki dan mengedarkan karya pornografi anak adalah pelanggaran kriminal. Saat dinyatakan dilarang diputar, Institut Kebebasan Bereskpresi Afrika Selatan menyebut putusan lembaga sensor setempat sebagai "kaku dan merupakan intepertasi hukum yang terlalu sederhana". Film ini dianggap sebagai film yang harusnya bisa memberikan pendidikan "hal tabu" di anak-anak dibawah umur.

Hubungan seksual antara laki-laki yang jauh lebih tua dan gadis belia sendiri merupakan salah satu sumber utama penularan HIV di Afrika Selatan, yang merupakan negara berpenduduk penderita AIDS terbanyak di dunia yang mencapai lebih dari lima juta jiwa. (FIT/bbc)