• Jum'at, 08 November 2013 13:16
  • Oleh:  Yan Zavin
Kahumas PT KAI Daop 1 Suhendar Mulya Kahumas PT KAI Daop 1 Suhendar Mulya Foto: sayangi.com/Yan Zapin

Jakarta, Sayangi.com - Kereta Api Pangrango rute Bogor-Sukabumi akan mulai dioperasikan besok, Sabtu (9/11). KA itu akan berangkat tiga kali sehari, setiap lima jam. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Bogor pukul 07.30, 12.30, dan 17.30 WIB. Sedangkan dari Stasiun Sukabumi pukul 05.00, 10.00, dan 15.00 WIB.

Hal tersebut diungkap Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Sukendar Mulya. Dijelaskannya, jalur Bogor-Sukabumi dilayani dua rangkaian KA Pangrango. Setiap rangkaian terdiri dari 1 lokomotif, 1 kereta eksekutif, 3 kereta ekonomi, dan 1 gerbong pembangkit.

"Keempat kereta penumpang itu berpenyejuk udara. KA Pangrango berkapasitas 368 kursi. Sebanyak 50 kursi di kelas eksekutif dan tarifnya Rp 35.000 per penumpang," kata Sukendar Mulya dalam rilis yang diterima wartawan di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).

Sedangkan 318 kursi di kelas ekonomi dan tarifnya Rp 15.000 per penumpang. Tarif tersebut tidak bersubsidi. KA bisnis dengan tarif Rp 25.000 per penumpang.

"Kelas bisnis akan dijalankan jika permintaan meningkat," tambahnya.

Kala berada di KA Pangrango, menurut Sukendar, ada sejumlah larangan yang harus ditaati penumpang. Larangan tersebut adalah; dilarang membuka pintu atau jendela saat KA berjalan, jangan naik di atap KA, dilarang merokok, dilarang berjualan di stasiun dan di dalam KA.

Jalur Bogor-Sukabumi memiliki panjang 57 kilometer dan dapat ditempuh dengan KA Pangrango dengan waktu 1 jam 47 menit. Di jalur ini ada 10 stasiun, yakni Stasiun Bogor, Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karang Tengah, Cisaat, dan Sukabumi.

Selain itu, ada tiga halte, yakni Halte Ciomas, Cijambe, dan Pondok Leungsi. Halte lebih kecil daripada stasiun. Fungsinya, untuk naik-turun penumpang. Halte itu tak dilengkapi peralatan sinyal pengatur perjalanan KA.

"Persiapan disempurnakan dulu, di antaranya pengecekan ulang rel, bantalan, fasilitas stasiun, jembatan, drainase, tubuh ban, dan pintu perlintasan. Tujuannya, agar selama KA Pangrango beroperasi, keselamatan dan keamanan penumpang serta perjalanan dapat terjamin," terang Sukendar. (GWH)