• Jum'at, 26 Juli 2013 23:25
  • Oleh:  Yan Zavin
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Foto : beritajakarta.com

Jakarta, Sayangi.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana (H. Lulung), terkait pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang yang tidak mau direlokasi ke blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Konflik antara keduanya ini semakin menjadi, bahkan keduanya terus saling berbalas pernyataan melalui media massa. Wakil Ketua DPRD Jakarta, Abraham Lunggana (Haji Lulung) menyatakan bahwa ia yang menjamin Pedagang Kaki Lima di Pasar Tanah Abang tetap berjualan di jalan, jika Pemprov memaksa PKL pindah ke Blok G.

Pernyataan ini langsung ditanggapi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. Ia menilai H. Lulung tidak mengerti peraturan daerah (Perda) dan ketertiban umum.

"Lulung itu kan nggak ngerti peraturan Perda. Ngerti nggak sih waktu Perda itu dia yang bikin sama kami. Secara tidak langsung dia sendiri menyatakan ketidak pantasan dia sebagai Wakil DPRD DKI. Gimana kalau DPRD nya saja nggak ngerti Perda, apalagi yang melanggar Perda," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat ditemui wartawan di Balaikota DKI, Jumat (26/7).

Kata Ahok, ia akan menindak tegas jika ada anggota DPRD yang terbukti menghasut rakyat untuk melanggar Perda. Pernyataan Ahok ini dipicu lantaran H. Lulung menjamin PKL Tanah Abang akan berjualan di jalan kembali apabila Pemprov DKI bersikeras merelokasi pedagang (PKL) ke Blok G pasar Tanah Abang.

"Ini ada pengusutan, kalau nanti ada anggota DPRD yang terbukti menghasut para PKL untuk menentang Perda, akan ditindak tegas sesuai jalur hukum," pungkas Ahok.

Sebelumnya diketahui pernyataan Wakil Ketua DPRD Jakarta, Abraham Lunggana (Lulung), menyatakan bahwa para PKL di Pasar Tanah Abang itu sebenarnya setuju direlokasi, tetapi tidak di Blok G. Katanya, H. Lulung sudah menemui langsung para pedagang di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat tersebut. (MARD/Yan Zavin).