Gamawan dan Ahok Gamawan dan Ahok Foto: Sayangi.com /Chapunk

Jakarta, Sayangi.com - "Berbalas pantun" di media terus memanas antara Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dengan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Setelah polemik e-KTP di Ronde I, Ronde II diisi polemik Lurah Susan.

Episode terakhir, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, seperti diakui sendiri oleh Ahok kepada wartawan di Balaikota, langsung merespons ucapan Ahok yang dirasa terlalu pedas dan tidak kontekstual, soal demo penolakan Lurah Susan.

"Pak Menteri SMS saya. Dia tegur saya. Saya biasa saja," jelas Ahok kepada wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta. Bunyi SMS Gamawan itu kabarnya menyebut Ahok salah persepsi soal pernyataan Gamawan Fauzi kepada wartawan, beberapa hari sebelumnya. Kata Gamawan, pernyataannya itu bertujuan agar polemik Lurah Susan tidak mengganggu kinerja Pemprov DKI Jakarta.

Wagub Ahok mengaku memahami isi pesan singkat Mendagri. Namun ia keukeh menilai ucapan Gamawan itu salah. Sebagai Menteri, kata Ahok, Gamawan mestinya ikut menegakkan konstitusi. "Menurut saya ya salah. Masa Menteri tidak belain konstitusi. Hanya gara-gara demo," papar Ahok.

Gubernur Jokowi sehari sebelumnya juga bereaksi keras terhadap pernyataan Gamawan Fauzi, yang minta Pemrov DKI mengevaluasi kembali pengangkatan Lurah Susan. Jokowi menyatakan, evaluasi baru bisa dilaksanakan enam bulan ke depan. Dia tak mau terjebak mengganti pejabat semata lantaran desakan segelintir orang, karena penggantian hanya bisa dilakukan jika lurah yang bersangkutan tak berprestasi.

Ahok sebelumnya minta Gamawan mempelajari kembali konstitusi, terkait pengangkatan Lurah Lenteng Agung Susan Jasmin Zulkifli. Kaget dengan tanggapan keras Ahok, Gamawan langsung mengirim SMS "teguran". Menarik untuk ditunggu, bagaimana reaksi Mendagri ketika tahu SMS-nya "dicuekin". (MSR)