• Sabtu, 26 Oktober 2013 14:26
  • Oleh:  Yan Zavin
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto Foto: beritajakarta.com

Jakarta, Sayangi.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera melaksanakan proses seleksi terbuka atau lelang jabatan kepala sekolah. Proses lelang tersebut dengan seleksi terbuka, tapi tertutup.

"Seleksi terbuka ini bagi para guru yang sudah berstatus sebagai PNS DKI dan tertutup bagi guru luar Jakarta dan guru yang masih berstatus guru bantu (honorer)," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, kepada wartawan di Balaikota DKI, Sabtu (26/10).

Dijelaskan Taufik, pihak Dinas Pendidikan bukan melarang maupun membatasi, melainkan karena guru PNS DKI yang menjadi prioritas pelaksanaan program tersebut. "Akhir tahun ini program tersebut sudah dapat terlaksana," jelas Taufik.

Proses pelaksanaan lelang jabatan ini, kata Taufuk, sudah diusulkan kepada Pemerintah Pusat, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan aturan dan persyaratan untuk menjabat sebagai kepala sekolah telah diatur dalam regulasi Kemendikbud.

"Kepala sekolah itu merupakan jabatan tambahan bagi seorang guru. Persyaratannya untuk dapat mengikuti lelang Kepala Sekolah adalah guru PNS yang memiliki pangkat minimal III-C, memiliki sertifikasi, dan paling tidak telah mengabdi selama lebih kurang lima tahun. Kalau ada guru bantu atau honorer yang mau ikut, harus menjadi pegawai negeri dulu. Guru luar Jakarta juga harus pindah dulu ke Jakarta," papar Taufik.

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, proses baru memasuki tahap koordinasi dengan Kemendikbud, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Inspektorat DKI, dan Asisten Kesejahteraan Masyarakat. "Keputusan atas regulasi dan pelaksanaan lelang Kepala Sekolah ini tidak diputuskan oleh Dinas Pendidikan DKI sendiri. Akan tetapi masih diadakannya rapat koordinasi bersama oleh Disdik DKI dengan para pemangku kebijakan," jelas Taufik.(GWH)