• Rabu, 12 Februari 2014 12:19
  • Oleh:  Fahri Haidar
Muhammad Lutfi sedang melakukan presentasi .... Muhammad Lutfi sedang melakukan presentasi .... Foto: youtube

Jakarta, Sayangi.com - Muhammad Lutfi (44 tahun) adalah seorang pengusaha dan pejabat negara yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kemudian ditugaskan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jepang.

Pada tahun 2008, Muhammad Lutfi diakui sebagai seorang pemimpin muda yang berpengaruh oleh the World Economic Forum’s Young Global Leaders. Ia juga termasuk salah seorang pendiri Masyarakat Ekonomi Syariah.

Menteri Perdagangan baru ini lahir di Jakarta pada 16 Agustus 1969 dari pasangan Firdaus Wadjdi dan Suhartini yang berasal dari Minangkabau. Selesai mengenyam pendidikan di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Lutfi mengembangkan usaha bersama Erick Thohir, Wishnu Wardhana, dan Harry Zulnardy. Mereka mendirikan Mahaka Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, keuangan, dan media. Di perusahaan tersebut Lutfi menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO.

Pada usia 29 tahun, dia menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk Jakarta Yang Lebih Baik (HIPMI JAYA) periode 1998-2001, lalu menjadi Ketua Nasional HIPMI pada periode 2001-2004. Pada tahun 2005, ia diangkat oleh Susilo Bambang Yudhoyono untuk menduduki posisi pejabat setingkat menteri, yakni Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia. Dia menjadi orang termuda yang pernah menjabat posisi tersebut.

Pada bulan Agustus 2010, Muhammad Lutfi ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Duta Besar untuk Jepang dan Federasi Mikronesia. Lagi-lagi ia menjadi orang termuda yang pernah bertugas di kedutaan besar Indonesia, dan juga sebagai salah satu duta termuda yang mewakili Indonesia secara internasional.

Terakhir, seperti baru saja diumumkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini, Rabu (21/2), ia ditunjuk Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Gita Wirjawan yang mengundurkan diri karena ingin lebih berkosentrasi mengikuti konvensi Calon Presiden dari Partai Demokrat. (MSR)