• Rabu, 20 November 2013 08:57
  • Oleh:  Maskawi
Sejak hari ini, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman telah mengizinkan polisi wanita (Polwan) untuk memakai jilbab saat bertugas. Sejak hari ini, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman telah mengizinkan polisi wanita (Polwan) untuk memakai jilbab saat bertugas.

Jakarta, Sayangi.com - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman telah mengizinkan polisi wanita (Polwan) untuk memakai jilbab saat bertugas. Keputusan tersebut disampaikan Sutarman kemarin (19/11/2013) dan mulai berlaku hari ini.

Sejumlah tokoh dan politisi mengapresiasi keputusan Kapolri tersebut. Berikut tanggapan mereka yang dihimpun redaksi Sayangi.com.

Didi Irawadi Syamsuddin (Politisi Partai Demokrat):

Saya mengapresiasi kebijakan Kapolri Jenderal Sutarman yang mengizinkan para Polwan untuk memakai jilbab saat bertugas. Tentu saja jilbab yang dimaksud adalah jilbab seragam Polri. Dengan kebijakan ini, Polwan yang selama ini memakai jilbab tidak ragu-ragu lagi akan legalitasnya. Yang tak kalah pentingnya adalah Polwan sebagai anggota Polri tetap memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat. Jangan sampai ada diskriminasi. Sebab, tugas anggota Polri adalah mengayomi dan melayani masyarakat sambil terus menjaga integritas Polri.

Hajriyanto Y. Thohari (Wakil Ketua MPR RI/Ketua DPP Partai Golkar):

Dengan membolehkan Polwan memakai jilbab Kapolri Jend. Sutarman membuktikan dirinya sebagai jenderal yang maju dan progresif. Sutarman adalah jenderal yang tahu betul apa artinya kebebasan bagi setiap individu Polwan untuk menjalankan keyakinan agama dan kepercayaannya itu sebagaimana  diamanatkan UUD 1945.

Cholil Nafis (Cendekiawan Muda, Pengurus MUI Pusat):

Saya mengucakan selamat dan terima kasih kepada Kapolri Jend. Sutarman dan Korp Polri yang membolehkan para Polwan memakai jilbab mulai Rabu  20 November 2013. Tuntutan Polwan dibolehkan berjilbab pernah saya sampaikan di Acara Tabligh Akbar 'Damai Indonesiaku' di tvOne. (S2)

Topik Berita