• Minggu, 24 November 2013 11:56
  • Oleh:  Chapunk
Megawati sangat puas dengan kinerja Rismaharini Megawati sangat puas dengan kinerja Rismaharini Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sangat puas dengan kinerja Walikota Surabaya saat ini, Tri Rismaharini.

Hal itu terungkap dalam surat elektronik yang diterima Sayangi.com hari ini, Minggu (24/11), terkait pertemuan Megawati dengan Rismaharini di Surabaya.  

"Apa yang dilakukan mbak Risma merupakan pembumian dari Pancasila," kata Megawati. "Lihat saja perhatian yang begitu besar atas tata ruang Surabaya yang kini nampak indah dan hijau. Surabaya yang dulu sangat panas, kini menjadi kota modern, namun tetap memperhatikan gerak kebudayaan masyarakatnya yang dikenal sangat egaliter. Itu adalah prinsip kemanusiaan," sebut Megawati.

Putri Presiden RI pertama Soekarno itu terkesan dengan upaya Risma melatih anak-anak drop-out, mengkursuskan mereka hingga menjadi juru masak yang handal dan mampu berbahasa Ingris dan Mandarin, bahkan dikirim ke Malaysia dan Singapura.  "Itu adalah contoh penerapan prinsip keadilan sosial," sambung Megawati dengan penuh semangat.

Sementara itu, Caleg PDIP Hasto Kristianto dalam surat elektronik yang sama menanggapi, Tri Risma mempertegas karakter kepemimpinan perempuan yang lekat dengan nilai-nilai kemanusiaan, welas asih, komprehensif, dan dalam mengambil kebijakan memperhatikan hal-hal detail.

"Kepemimpinan perempuan nampaknya sederhana dan sering diremehkan. Namun dari kepemimpinan perempuan, kita bisa memastikan adanya perhatian yang begitu besar terhadap keasrian lingkungan, kebersihan, dan perhatian terhadap ibu-ibu hamil, serta kesejahteraan keluarga. Dari berbagai hal yang tampaknya sederhana itulah, kepemimpinan perempuan justru sangat dibutuhkan dalam realitas kehidupan politik saat ini yang penuh dengan ketegangan, konflik, dan persaingan," sebut Hasto.

"Kepemimpinan perempuan justru menonjolkan wajah keibuan, dan rakyat pun mendapatkan perlindungan. Tak heran, BK sering menyatakan bahwa perempuan adalah sumber kebudayaan," pungkas Hasto. (MSR)