• Kamis, 15 Agustus 2013 17:48
  • Oleh:  Bara Ilyasa
Aksi Demonstrasi dari Komite Anti Korupsi Empat Lawang  di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (15/8/2013) Aksi Demonstrasi dari Komite Anti Korupsi Empat Lawang di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (15/8/2013) Photo: Bara Ilyasa/sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com-- Sekitar 500 orang yang tergabung dalam Masyarakat Empat Lawang dan Komite Anti Korupsi Empat Lawang mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut agar KPK segera menangkap Haji Budi Antoni selaku bupati Kabupaten Empat Lawang, Kamis (15/08/2013).

Koordinator Lapangan, Imron Ghazali melihat adanya indikasi korupsi dalam pemenangan Pilkada Empat Lawang yang dilakukan beberapa waktu lalu.
"Ada indikasi penggunaan APBD sebesar 5.8 M untuk pemenangan Haji Budi Antoni," ujar Imron Ghazali kepada sayangi.com di Jakarta, (15/08/2013).

Oleh karena itu, Imron menyesalkan hasil keputusan MK yang memenangkan Haji Budi Antoni yang telah menggunakan uang APBD untuk kepentingan pribadinya.
"Kami kecewa terhadap putusan MK karena mencederai demokrasi di Empat Lawang," tegasnya.

Dengan bukti-bukti yang sudah ada, Imron mendesak KPK agar segera menangkap dan menahan Haji Budi Antoni. " Meminta kepada KPK untuk menangkap dan menetapkan Haji Budi Antoni seabagai tersangka," terangnya.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi pada 31 Juli 2013 dalam putusan sengketa Pilkada Empat Lawang telah memenangkan pasangan H. Budi Antoni Aljufri dan H. Syahril Hanafiah (BERHASIL) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang terpilih mengalahkan pasangan H. Joncik Muhammad dan Ali Halimi (JONLI).  MK sekaligus membatalkan Keputusan KPU Kab Empatlawang Nomor 33/Kpts/KPU-Kab/006.946730/VI/2013 tentang penetapan Pasangan Calon Terpilih Pemilihan Umum Kabupaten Empat Lawang, tanggal 12 Juni 2013 yang memenangkan pasangan Joncik Muhammad dan Ali Halimi (JONLI).
(S2)

Topik Berita