• Selasa, 20 Agustus 2013 16:30
  • Oleh:  Hurri Rauf
Aksi buruh menolak upah murah Aksi buruh menolak upah murah

Jakarta, Sayangi.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Forum Buruh DKI Jakarta menolak upah murah yang diterapkan selama ini. Sebaliknya, mereka menuntut upah minimum secara rata-rata nasional harus naik 50 persen, khususnya di DKI Jakarta. Hasil survei Forum Buruh DKI menghasilkan nilai upah minimum seharusnya sebesar Rp3.761.000.

Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan bahwa Serikat Buruh berpandangan kenaikan upah 50% adalah wajar karena saat ini Indonesia menjadi tujuan investasi utama dunia. Selain itu Indonesia juga merupakan negara yang sudah masuk jajaran negara middle class.

"Jadi, sudah seharusnya meninggalkan kebijakan upah murah," kata Said dalam siaran persnya yang diterima Sayangi.com, Selasa (20/8).

Said mengatakan bahwa KSPI menolak kebijakan upah murah, yang hanya berdasarkan inflasi yang tidak lebih dari 20 persen.  Juga daya beli masyarakat harus ditingkatkan, dimana cerminannya adalah kenaikan upah dan jaminan kesehatan.

Said menambahkan bahwa penutupan perusahaan akibat kenaikan upah hanya akal-akalan perusahaan. Kalau padat karya tidak bisa membayar upah layak pada buruh, maka perusahaan padat karya bisa relokasi ke daerah yang UMP nya rendah.

"Serikat buruh akan terus bergerak memperjuangkan kenaikan upah 50% serta akan melakukan aksi serempak bergelombang pada tanggal 3,4,5,6,7 September, yang puncaknya pada mogok nasional Oktober atau November," tutup Said. (HST)