• Sabtu, 12 Oktober 2013 02:41
  • Oleh:  Febri S
Ilsutrasi, Siapakah yang berdusta. Ilsutrasi, Siapakah yang berdusta. Foto: sayangi.com/Ami

Jakarta, Sayangi.com - Sejak mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) menyebut nama Bunda Putri dalam kesaksiannya, Kamis (10/10), dan kemudian ditanggapi dengan sangat emosional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), nama Bunda Putri begitu menghebohkan publik, bahkan menjadi isu hangat dalam berita-berita di media massa akhir-akhir ini.

Siapakah Bunda Puteri yang misterius ini? Selama belum ditemukan sosok sebenarnya siapa Bunda Puteri, maka "stempel" dusta akan tetap berkelindan di antara Presiden SBY, mantan Presiden PKS LHI dan Bunda Puteri;  atau justeru para petinggi itu sudah didustai oleh Bunda Puteri? 

Saat ini masing-masing pihak (SBY dan LHI) mengatakan tidak berdusta. Kesaksian Lutfi berada di bawah sumpah, dan SBY tegas-tegas menyatakan: 1000 persen, bahkan 2000 persen LHI berbohong.

Sementara ini publik hanya menangkap dari sedikit informasi tentang Bunda Puteri, salah satunya dari kesaksian LHI.

Kesaksian LHI
Jika menyimak kesaksian LHI berdasarkan pernyataan dalam persidangan Tipikor Jakarta (9/10), sementara ini hanya ada lima hal saja keterangan yang dapat disimpulkan berkaitan dengan siapa Bunda Puteri.

1. Bunda Puteri adalah orang yang dipercaya oleh LHI

Pernyataan LHIi:
"Luthfi percaya dengan Bunda Puteri karena dikenalkan oleh ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, seorang sesepuh yang sangat dia hormati,"

2. Bunda Puteri orang penting bagi LHI karena mengetahui informasi negara, termasuk kebijakan reshufle kabinet.

Pernyataan LHI:
"Saya perlu konfirmasi apakah benar akan ada reshufle? Karena kabarnya ada sopir menteri tertangkap dan ini bisa digunakan sebagai alasan untuk memukul PKS. Jadi, saya perlu tanyakan mengenai perkembangan resufle di kabinet".

3. Bunda Puteri juga dikenal oleh para petinggi PKS karena selalu menjadi penghubung antara anggota dewan pembina dan anggota pembina lainnya.

Pernyataan LHIi:
"Meski sudah kenal, Luthfi tidak mencoba mencari tahu latar belakang Bunda Putri yang memungkinkan ia berhubungan dekat dengan Presiden SBY. Tetapi dialah orang yang selalu menjadi penghubung antara anggota dewan pembina dan anggota pembina lainnya," jelasnya .

4. Bunda Puteri adalah anak salah seorang pendiri Golkar.

Pernyataan LHI:
"Yang saya tahu di rumahnya ada foto bapaknya yang adalah salah satu pendiri Golkar, tapi saya tidak ingat namanya, kalau suaminya saya tidak tahu. Yang saya dengar dia sudah tidak bersuami karena entah sudah bercerai atau meninggal, suaminya adalah orang asing, pengusaha yang bisnisnya di luar negeri".

5. LHI cukup akrab dengan Bunda Puteri karena Lutfi pernah berkunjung ke rumah Bunda Puteri, di kawasan Pondok Indah, Jakarta.

"Dia pendiri Golkar. Saya dengar dia sudah tidak bersuami. Meninggal dan bercerai saya tidak tahu. Saya tahunya suaminya orang asing".

Versi Suswono
Selain itu, Mentan Suswono mengatakan juga mengenal nama "Bunda Puteri", walaupun dia juga tidak mengetahui nama aslinya.

"Nama sebenarnya saya tidak tahu persis. Dia memperkenalkan diri sebagai Bunda Putri dari Cilimus, Kuningan, tapi saya tidak terlalu banyak berinteraksi," ungkapnya.

Setelah bertemu di Kalimantan, Suswono mengaku pernah datang ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah.

"Saya butuh info yang cepat terkait ada seseorang yang mengaku sebagai adiknya Wapres, adiknya Pak Boediono, berkenalan dengan dirjen dan mau memperkenalkan perusahaan yang mau impor. Setahu saya, beliau (Bunda Putri) pernah membawa adik Pak Boediono itu di Kalimantan, karena saya teringat dengan itu, maka saya kejar untuk memastikan apakah benar." paparnya.

Pernyataan Akbar Tandjung
Sementara itu, dalam beberapa media massa nasional, baik cetak maupun media online, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung mengaku tidak mengenal sosok Bunda Putri.

"Saya tidak tahu siapa itu Bunda Putri, baru dengar juga. Siapa ayahnya?" kata Akbar ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/10/2013).

Terkait kabar Bunda Putri merupakan anak Ahmadi, Akbar tidak mengetahuinya. Namun ia pernah mendengar nama tersebut. "Saya pernah dengan nama ini (Mayjen Ahmadi, Menteri Dwikora), tetapi enggak tahu anaknya. Kalau Ahmadi lain ada, Ketua Golkar Jakarta, tahun 1970an," ungkapnya. (VAL)