Anas Urbaningrum dan Susilo Bambang Yudhoyono Anas Urbaningrum dan Susilo Bambang Yudhoyono Foto: sayangi.com/istimewa

Jakarta, Sayangi.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi obyek perhatian dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari responnya yang dianggap berlebihan menanggapi soal Bunda Putri hingga pidatonya yang di antaranya berisi kemarahan terhadap media yang dianggap mengobok-obok dirinya dan Partai Demokrat.

Tidak hanya itu, dalam pidato temu kader yang berlangsung di Sentul, Bogor, Jawa Barat itu, SBY juga menyindir mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. SBY mengaku sering difitnah, diserang, bahkan 'digebukin'. Orang yang menyerang sebagian kecil kata SBY, pernah bersama di Partai Demokrat, seolah menunjuk Anas.

Menanggapi itu, Anas tak mau ikut arus. Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta, Selasa (29/10/2013) malam, Anas justru memberikan 'fatwa' kepada SBY, yang memimpin negeri ini hingga 2014 mendatang.

"Menurut saya, yang paling penting, Pak SBY menjadi presiden kira-kira setahun lagi, Pak SBY akan selesai 20 Oktober 2014, satu tahun sisa ini penting sekali konsentrasi penuh menjalankan tugas sebagai kepala negara, kepala pemerintahan," kata Anas.

Anas berharap dengan konsentrasi tersebut, kepemimpinan SBY bisa khusnul khotimah (baik di akhir).

"Kalau bisa mewariskan sesuatu untuk Indonesia, legacy untuk Indonesia," jelas Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) ini.

Dengan begitu jelas Anas, publik akan puas. Yang lebih penting lagi kata mantan anggota Komisi Pemilihan Umum ini, kepemimpinan SBY akan tercatat sebagai pemimpin besar yang dihasilkan oleh demokrasi.

"Publik mengharapkan pemimpin yang membanggakan," jelasnya.