Pemukul Pramugari Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Dinas Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadi, yang diduga melakukan penganiyaan terhadap pramugari Sriwijaya Air, Nur Febriani (31), ditetapkan sebagai tersangka.

Dikatakan, kuasa hukum Zakaria, Elisa, pemukulan tersebut dilakukan karena Zakaria tengah menghadapi masalah keluarga.

“Saat itu pak Zakaria saat ditegur sama pramugari senior itu memang tengah menelpon anaknya. Dia sedang menghadapi masalah kelurga, yaitu istrinya ingin melakukan operasi. Jadi dia membutuhkan komunikasi serius dengan keluarganya,” kata Elisa saat dihubungi, Jumat (7/6).
Sementara disampaikan Dinas Komunikasi dan Informasi, Babel Tajudin menyatakan, insiden itu terjadi karena persoalan salah paham antara keduanya.

“Memang benar Febriani memintanya mematikan HP pak Zakaria. Pak Zakaria bilang ke saya bahwa saat itu beliau sudah mematikan HPnya. HP pak Zakaria itu lama proses off nya, perlu beberapa detik untuk bisa mati. Pak Zskaria sudah menunjukkan kondisi HPnya ke Febriani. Tapi hal itu membuat febriyani tidak senang kelihatannya.

Setibanya di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, saat itu pak Zakaria hendak kembali mengingatkan sikap Febriyani yang kelihatannya kurang senang. Tapi usaha pak Zakaria itu direspons lagi dengan sikap yang tidak ramah, maka kemudian terjadi insiden sorongan koran dari Zakaria kepada Febriani,” kata Tajudin saat dihubungi kamis (6/6) kemarin dengan telpon seluler.

Dijumpai Menteri Perhubungan (menhub) EE Mangindaan menyatakan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Zakaria itu harus diselesaikan dengan cara hukum.

“Itu sudah penganiayaan, jadi harus diselesaikan secara hukum kalau ada pengeniayaan. Jadi, mengganggu pengendalian pesawat, mukul itu juga tidak boleh,” kata Mangindaan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara Jumat (7/6).

Seperti yang diketahui bahwa penggunaan telepon genggam menggangu sistem navigasi pesawat.

Namun, pemilik nama lengkap Zakaria Umar Hadi itu sudah menyampaikan permohonan maaf berulangkali kepada Nur Febriani selaku korban.

Permohonan maaf itu juga disampaikan saat usai diperiksa selama 5 jam oleh petugas Polsek Pangkalan Baru, Kab. Bangka Belitung, Kamis (6/6).
Dia mengaku bahwa perbuatan yang dilakukan itu merupakan unsur kekhilafan dan salah paham dan berjanji tidak mengulanginya.

Pihak kepolisian menetapkan tersangka atas perbuatannya, dan terancam hukuman 2 tahun 8 bulan. (AUNDJAND)