Pembom Poso Diduga Gunakan Motor Curian

Jakarta, Sayangi.com – Pembom bunuh diri di Mapolsek Poso diduga mengendarai motor curian. Demikian diungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

“Bisa jadi itu hasil curanmor, kalau ‘chasis’ motor dan nomor mesinnya sudah dikikir, diduga itu adalah hasil curanmor,” kata Boy di Jakarta, Jumat (7/6).

Sebagaimana diberitakan, sebelum menjalan aksi bunuh dirinya di Mapolres Posoi, Senin (3/6), sekitar pukul 07.55 WITA, pelaku sempat mengikir nomor rangka dan nomor mesin motor merek Yamaha Jupiter Z yang digunakan dalam aksi bom bunuh diri.

Meski polisi berhasil mengidentifikasi nomor mesin dan rangka kendaraan, hingga saat ini, kepolisian terus mencari petunjuk mengenai identitas pemilik maupun pelaku pengeboman itu.

Meski plat nomor kendaraan hancur bersamaan dengan ledakan bom, puing motor yang kala itu berserakan, berhasil dikumpulkan dan diidentifikasi polisi.

Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri telah menyelesaikan proses otopsi jenazah pelaku bom bunuh di RS Bhayangkara Palu.

Dari hasil otopsi diperoleh keterangan fisik jenazah yang diperkirakan umurnya berkisar 30-40 tahun itu antara lain tinggi badan sekitar 170 cm, kulit sawo matang, rambut hitam lurus dan berkumis.

Sedangkan ciri-ciri khusus yakni adanya tahi lalat berambut di dada kiri dan tangan kanan depan, dua keloid sepanjang 2 cm pada siku kanan, bekas luka pada kepala bagian kanan, serta bekas jahitan lengan bawah kiri.

Insiden bom bunuh diri itu terjadi pada Senin (3/6) sekitar pukul 07.55 WITA. Saat itu seorang pria pengendara sepeda motor menerobos pintu jaga polisi di Mapolres Poso, Sulawes Tengah dan beberapa saat kemudian bom meledak.

Tidak ada anggota polisi yang terluka. Akan tetapi satu orang pekerja bangunan terluka karena berada di dekat lokasi pemboman.

Mengaku Kerabat

Sedangkan di Palu, Pejabat Humas Mapolda Sulteng Kompol Rostin Tumaloto mengabarkan, sudah ada empat warga Poso yang mengaku sebagai kerabat pelaku bom bunuh diri. Keempat warga itu mendatangi Polres Poso pada Kamis (6/6).

Sampel darah keempat orang itu telah diambil oleh tim medis untuk selanjutnya diteliti di laboratorium Mabes Polri guna proses pencocokan DNA. Dan untuk memastikan identitasnya, imbuh Rostin, memerlukan waktu beberapa hari.

Rostin sendiri belum bersedia menyebutkan identitas warga yang mengaku kerabat pelaku bom bunuh diri. “Mudah-mudahan ada titik terang dari kasus bom bunuh diri ini,” tandas Rostin.

Hingga berita ditulis, jenazah pelaku bom bunuh diri masih berada di RS Bhayangkara Palu. Tubuh pelaku hancur. Namun kepala masih utuh sehingga masih bisa dikenali.

Pelaku bom bunuh diri berjenis kelamin laki-laki itu bukan termasuk dalam 20 buron kekerasan Poso yang ada di daftar pencarian orang (DPO).
“Tapi diduga pelaku berasal dari kelompok lama,” kata Rostin.

Saat ini proses pengamanan di Polres Poso diperketat guna mengantisipasi kejadian susulan. Masyarakat atau anggota polisi yang akan masuk ke Polres Poso harus diperiksa oleh petugas menggunakan alat deteksi logam. (MARD/ANT)