Pembobol BJB Rp55 Miliar Belum Ditahan

Jakarta, Sayangi.com – Elda Devianne Adiningrat, pelaku penyelewengan kredit senilai Rp55 miliar di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Surabaya  belum ditahan.

Dia masih menjalani perawatan di rumah sakit, kilah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Andi Nirwanto, di Jakarta, Jumat (7/6) tadi.”Jadi saat ini menunggu dirinya sehat dahulu,” ujar Andhi Nirwanto.

Sebelumnya, Eda yang juga menjadi saksi dugaan suap kepengurusan kuota impor daging sapi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jatuh pingsan saat akan menandatangani BAP penahanan pada Rabu (22/5) malam hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan. Selanjutnya tersangka dipindahkan ke Rumah Sakit Pondok Indah untuk menjalani perawatan.

Jampidsus menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan informasi, Eda akan dipasang “ring” di jantungnya. “Yang jelas, kami menunggu dia sehat dahulu lah,” katanya.

Kendati demikian, Andhi menegaskan  Elda Devianne Adiningrat sudah “dicegah” untuk berpergian ke luar negeri. “Sudah dicegah,” katanya.

Dalam kasus pembobolan Bank BJB Cabang Surabaya, Kejagung sudah menetapkan lima tersangka, meliputi YS (Direktur PT Cipta Inti Permindo), DPS (Direktur Komersial PT E Farm Bisnis Indonesia), DY (mantan Dirut PT E Farm Bisnis Indonesia), ESD (Manajer Komersial Bank BJB Cabang Surabaya) dan EDA (Komisaris PT RNM).

Dugaan korupsi itu bermula dari Bank Jabar dan Banten Cabang Surabaya yang memberikan kredit senilai Rp55 miliar untuk pengadaan bahan baku ikan ke PT CIP.

Hal yang mencurigakan, PT CIP sebenarnya bukan bergerak di bidang bahan baku ikan, melainkan di bidang produsen dan distributor alat pendidikan. Namun saat pengajuan kredit, perusahaan itu berubah haluan ke bidang bahan baku ikan.

Untuk melancarkan aksi pembobolannya, PT CIP bekerjasama dengan sejumlah perusahaan, termasuk PT E Farm Bisnis Indonesia yang tidak lain anak perusahaan BUMN PT Sang Hyang Seri (Persero), PT RNM, PT Dana Simba dan CV Nirwana Indah.

Setelah kredit cair, kucuran dananya ternyata diselewengkan oleh tersangka YS dan cara ditransferkan ke perusahaan miliknya PT Cipta Terang Abadi. (MARD/ANT)